Nama Adit pun dibicarakan sebagai bocah yang suka mempengaruhi temannya.
Sampai ayah bocah tersebut menyebut Adit seperti sosok titisan Simon Petrus.
"Adit yang pegang pintu surga," komentar netizen.
"Adit titisan Simon Petrus mungkin," jawabnya sambil ngakak.
Sementara itu, di kolom komentar muncul banyak cerita seperti bocah itu yang ikut merayakan Ramadan meski non Islam.
"Anak aku tantrum minta di belikan baju Koko, peci, sama sarung, dia mau shalat tarawih woy, siang-siang gak mau makan, minum, event ngemil juga gak mau sampe gemeter badan, katanya dia puasa tanpa sahur, sore-sore sibuk harus beli takjil, mau ikut bukber di mesjid, inget nak, kita kristen," komentar netizen yang punya cerita sama.
"Wkwk jadi keinget ade gua pas magrib disamper sama temen nya buat ngaji + magriban, terus dibilang mama gua kita kristen terus disautin sama temennya “dari kapan kristen bukannya kemarin islam”," komentar netizen lain dengan kisah tak kalah lucu.
Momen Ramadan core seperti video bocah non Islam ikut terawih ini sering muncul di media sosial.
Di kehidupan nyata, bahkan suasana Ramadan disambut suka cita oleh siapa saja bahkan non muslim.
Beberapa tahun lalu, banyak non muslim yang pamer ikut war takjil ketika menjelang buka puasa. Kocaknya, mereka ada yang sampai pakai hijab biar dikira orang Islam.
Momen-momen itu bukan perpecahan justru yang membuat Indonesia indah karena perbedaan.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah