Mereka berkenalan melalui media sosial dan pernikahan itu berlangsung selama satu tahun.
Dia bilang dulunya Anwar orangnya menyenangkan, namun sikapnya berubah setelah menikah.
"Setelah menikah ya gitu, jahat, sering KDRT juga. Waktu (Nizam) di dalam kandungan juga, saya juga sering di KDRT," ujar Lisnawati.
"Gara-gara masalah sepele juga. Contohnya dia kalau pulang dari luar dari mana-mana dia teh banyak cupangnya. Saya nanya doang, dia marah-marah kayak gitu," imbuhnya.
Diakui Lisnawati, ayah Nizam sering melakukan kekerasan fisik padanya saat sedang marah.
Rambutnya pernah dipotong pakai golok dan dia juga pernah disiram pakai air panas.
"Disiram pakai air panas, air habis dimasak, disiram ke belakang punggung saya. Sampai-sampai saya takut kalau dia pulang, ngedenger suara motornya saya takut," kenang Lisnawati.
Sementara itu, ibu tiri Nizam yaitu TR sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kekerasan yang menyebabkan anak tirinya meninggal.
Di sisi lain, Krisna Murti selaku kuasa hukum Lisnawati menyebut juga sudah melaporkan ayah kandung Nizam ke Polres Sukabumi dengan dugaan pembiaran dan penelantaran.
Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar