- Ferry Irwandi menilai pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar sebagai tindakan tidak etis di tengah banyaknya fasilitas publik yang rusak.
- Dana tersebut dikalkulasi mampu merenovasi 340-an ruang kelas, membangun puluhan klinik desa, hingga memasok air bersih bagi ribuan warga.
- Ferry menyarankan dana dialihkan untuk modal UMKM guna memutar roda ekonomi dan meningkatkan PAD daripada sekadar membeli kendaraan mewah.
Suara.com - Rencana pengadaan mobil dinas mewah Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, senilai Rp8,5 miliar terus menuai gelombang protes.
Salah satu kritik tajam datang dari kreator konten ternama, Ferry Irwandi, melalui kanal YouTube pribadinya pada Jumat, 27 Februari 202).
Ferry menilai langkah Rudy Mas'ud sebagai bentuk pemborosan yang kontras dengan semangat efisiensi anggaran. Ia pun membedah manfaat nyata yang bisa dirasakan masyarakat jika dana fantastis tersebut dialokasikan ke sektor lain.
"Oke teman-teman, pertanyaannya kalau misal 8,5 miliar ini dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat Kaltim, kira-kira apa saja manfaat yang bisa mereka peroleh?" ujar Ferry Irwandi mengawali narasinya.
Berikut adalah rincian alokasi alternatif versi Ferry Irwandi:
1. Fasilitas Pendidikan
Sorotan utama Ferry tertuju pada sektor pendidikan di Kalimantan Timur yang dinilainya masih memprihatinkan. Berdasarkan data yang ia himpun, terdapat sekitar 663 ruang kelas di Kutai Kartanegara yang berkondisi rusak berat.
"Nah, dengan 8,5 miliar ini, lu bisa renovasi sekitar 340-an kelas yang mana itu sangat meringankan beban dan penderitaan dan masalah di masyarakat," kata Ferry.
2. Layanan Kesehatan
Baca Juga: Gurita Kekuasaan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Ketua DPRD, Walikota, Anggota DPR
Selain pendidikan, Ferry menyinggung buruknya fasilitas kesehatan di daerah terpencil. Ia menilai akses warga desa terhadap pelayanan medis yang layak masih sangat terbatas.
"Dan dengan uang 8,5 miliar itu, Bapak bisa bangun puluhan klinik di desa sana dan bahkan bisa bangun Puskesmas tingkat D atau kelas D yang sudah proper banget," tambahnya.
3. Akses Air Bersih
Masalah mendasar lainnya adalah sulitnya akses air bersih bagi masyarakat setempat. Ferry berpendapat bahwa membangun sarana air bersih jauh lebih mendesak dibandingkan sekadar membeli kendaraan mewah.
"Uang 8,5 miliar itu bisa Bapak gunakan untuk membangun SPAM yang menyuplai ribuan warga di sana dan keluarga di sana," tutur Ferry. Ia menekankan bahwa di tengah luasnya kontur wilayah Kaltim, pemenuhan kebutuhan air bagi ribuan keluarga adalah bentuk nyata keberpihakan pemimpin pada rakyat.
4. Penguatan Program UMKM
Terakhir, Ferry menyarankan agar dana tersebut digunakan untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor UMKM. Ia meyakini bahwa suntikan modal pada ekonomi kreatif akan memberikan dampak jangka panjang bagi pendapatan daerah.
"Sentra UMKM, bikin ekonomi berputar, injeksi pada UMKM, UMKM menghasilkan profit yang mana dalam waktu yang tidak lama ketika sirkulasi ekonomi ini terbentuk ya masyarakatnya bahagia, PAD-nya Kaltim meningkat ketimbang membeli mobil seharga 8,5 miliar gitu," pungkasnya.