Suara.com - Chelsea Olivia membagikan kronologi saat dirinya mengalami gangguan di rahim hingga harus menjalani serangkaian prosedur medis di Malaysia.
Melalui unggahannya pada Jumat (27/2/2026), istri dari Glenn Alinskie itu menjelaskan bahwa semuanya bermula di Januari lalu saat ia baru saja pulang dari Jepang.
Saat itu, Chelsea yang sedang menstruasi mengaku mengalami kram yang luar biasa dibanding sebelumnya.
Awalnya, ibu dua anak itu berpikir bahwa kondisinya cukup wajar mengingat aktivitasnya yang cukup padat.
Namun ternyata, Chelsea masih terus mengalami menstruasi hingga dua bulan lamanya.

“Tapi ternyata tidak berhenti. Sudah 10 hari, lalu 2 minggu hingga memasuki 2 bulan, aku masih terus berdarah,” tulis Chelsea.
Akhirnya ia memutuskan untuk kontrol ke obgyn dan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk cek hormon.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kejanggalan dan rahim dinyatakan sehat.
Saat itu Chelsea hanya diberi obat hormon untuk penyeimbang dan menghentikan menstruasi.
Setelah minum obat selama 10 hari, kondisi masih belum berubah. Chelsea bahkan merasakan badannya semakin lemas, perut semakin sakit, dan mood yang naik turun.

Chelsea lalu mencoba mencari opsi lain dengan memeriksakan kondisinya ke dokter internis.
Namun lagi-lagi tidak ditemukan masalah dan hasilnya semua baik.
Setelah itu, mantan pesinetron itu memutuskan untuk melepas IUD yang dipasanganya.
Kemudian saat pemeriksaan, kondisi rahimnya pun terlihat bagus dan tidak ditemukan kista maupun miom.
Meski demikian, Chelsea mengalami beberapa efek samping dari kondisinya tersebut.