- Pecahnya perang Iran-AS memicu kekhawatiran global akan Perang Dunia III dan perlunya negara aman.
- Indonesia masuk daftar sepuluh negara paling aman karena politik luar negeri bebas aktif dan letak geografisnya.
- Keunggulan Indonesia meliputi sumber daya alam melimpah serta pertahanan berfokus pada diri sendiri untuk kelangsungan hidup.
Suara.com - Pecah perang Iran-AS kembali memunculkan kekhawatiran soal kemungkinan terjadinya Perang Dunia III.
Situasi tersebut membuat banyak pihak mulai melirik negara-negara yang dianggap paling aman jika konflik global benar-benar pecah.
Di tengah kecemasan itu, Indonesia justru disebut-sebut sebagai salah satu lokasi yang relatif aman.
Dalam sejumlah analisis global, Indonesia masuk daftar 10 negara yang dinilai paling berpotensi menjadi tempat perlindungan.
Untuk diketahui, kekhawatiran soal perang dunia muncul seiring memanasnya hubungan antarnegara besar, persaingan ekonomi dan ideologi, serta konflik regional yang berisiko meluas.
Perlombaan senjata hingga ancaman perang siber ikut memperparah ketidakpastian kondisi global.
Dari situ, muncul berbagai kajian yang mencoba memetakan negara mana saja yang paling mungkin bertahan jika krisis kemanusiaan berskala besar terjadi.
Lantas, apa yang membuat Indonesia ikut dilirik? Salah satu faktornya adalah sikap politik luar negeri yang selama ini dikenal "bebas aktif".
Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun dan lebih mengedepankan jalur diplomasi.
Baca Juga: Misi Damai Prabowo untuk AS-Israel-Iran Dinilai Terlalu Ambisius
Posisi ini dinilai mampu menekan risiko Indonesia terseret langsung ke konflik besar.
Dari sisi geografis, bentuk Indonesia sebagai negara kepulauan juga dianggap memberi keuntungan tersendiri.
Dengan lebih dari 17.000 pulau, wilayah Indonesia memiliki penghalang alami yang menyulitkan potensi invasi.
Kondisi ini memberi lapisan perlindungan tambahan secara alami.
Tak hanya itu, ketersediaan sumber daya alam seperti lahan subur dan air bersih menjadi modal penting jika rantai pasok global terganggu.
Faktor ini membuat Indonesia dinilai cukup mandiri untuk bertahan dalam situasi krisis berkepanjangan.