Suara.com - Dalam industri perfilman, angka pendapatan sering dijadikan tolok ukur utama kesuksesan sebuah karya.
Namun, sejarah mencatat bahwa tiket yang terjual habis tidak selalu menjadi jaminan mutu artistik.
Ada fenomena unik di mana beberapa film luar biasa justru gagal menarik minat penonton saat pertama kali dirilis di bioskop.
Meski sempat dianggap gagal secara finansial dan merugikan rumah produksi film-film ini justru mendapatkan pengakuan tertinggi di panggung Academy Awards.
Berikut lima film peraih Oscar yang sempat sepi penonton dan gagal cuan.
1. Citizen Kane (1941)

Sering dinobatkan sebagai salah satu film terbaik dalam sejarah sinema, siapa sangka Citizen Kane adalah sebuah kegagalan finansial di masanya.
Orson Welles, sang sutradara menghadirkan inovasi narasi dan teknik kamera yang sangat maju.
Namun, karena ceritanya menyindir tokoh media raksasa William Randolph Hearst, promosi film ini diboikot habis-habisan.
Akibatnya, RKO Pictures merugi sekitar US$150.000 (setara Rp2,3 miliar saat ini).
Meski gagal cuan di bioskop, film ini sukses menyabet Oscar untuk kategori Best Original Screenplay.
2. Girl, Interrupted (1999)

Diangkat dari memoar Susanna Kaysen, film ini mengisahkan sisi kelam rumah sakit jiwa pada era 1960-an.
Dibintangi oleh Winona Ryder dan Angelina Jolie, tema kesehatan mental yang diusung ternyata masih dianggap terlalu sensitif dan berat bagi penonton akhir tahun 90-an.
Dengan anggaran produksi mencapai US$40 juta (Rp624 miliar), film ini hanya mampu mengantongi pendapatan kotor sekitar US$28,9 juta
Tapi performa luar biasa Angelina Jolie membuahkan piala Oscar sebagai Best Supporting Actress.
3. Almost Famous (2000)

Film semi-otobiografi garapan Cameron Crowe ini adalah potret jujur dunia musik tahun 1970-an.
Sayangnya, nostalgia yang ditawarkan Almost Famous gagal memikat massa luas saat perilisannya.
Dengan biaya produksi mencapai US$60 juta (Rp936 miliar), film ini hanya meraup pendapatan sekitar US$47,4 juta.
Kendati merugi secara komersial, Cameron Crowe berhasil membawa pulang piala Oscar untuk Best Original Screenplay.
4. The Wolfman (2010)

The Wolfman merupakan upaya Universal Pictures untuk menghidupkan kembali monster klasik mereka dengan bujet fantastis sebesar US$150 juta (Rp2,34 triliun).
Sayangnya pendapatan film ini hanya mencapai US$142,6 juta yang tidak untuk menutup biaya produksinya.
Namun, kerja keras tim penata rias dalam menciptakan transformasi manusia serigala yang mengerikan diakui oleh Academy Awards melalui kemenangan di kategori Best Makeup.
5. Birdman (2014)

Sutradara Alejandro G. Iñárritu mengambil risiko dengan mengemas Birdman seolah-olah diambil dalam satu long take tanpa putus.
Film yang mengeksplorasi krisis identitas seorang aktor teater ini tergolong sulit bagi penonton arus utama.
Di pasar domestik Amerika Serikat, film ini hanya menghasilkan sekitar US$37 juta (Rp577 miliar).
Namun, keberanian artistik ini berbuah manis di malam penghargaan Oscar dengan memenangkan empat kategori, termasuk Best Picture dan Best Director.
Itu tadi film-film yang sepi penonton dan gagal cuan tapi memiliki kualitas yang tidak main-main.
Adakah di antara film-film tadi yang jadi favoritmu?
Kontributor : Safitri Yulikhah