Suara.com - Drive produksi Korea Selatan wajib masuk daftar tontontan bagi penggemar film kriminal.
Dibintangi aktris berbakat peraih penghargaan Baeksang, Park Ju-hyun, film ini menawarkan premis segar yang memadukan teror dalam ruang sempit dengan realitas keras dunia media sosial.
Drive menyoroti bagaimana popularitas digital yang berkilauan bisa berubah drastis menjadi mimpi buruk mematikan hanya dalam hitungan detik.
Sinopsis Film Drive
Cerita berpusat pada Han Yoo Na (Park Ju-hyun), seorang YouTuber sukses dengan lebih dari 700.000 pengikut. Kesehariannya dipenuhi dengan pembuatan vlog mulai dari konten kuliner, masak-memasak, hingga perjalanan wisata.
Popularitasnya yang meroket bahkan membuatnya dilirik oleh produser film dan menjadi bintang iklan berbagai produk ternama.
Namun, kejayaan Yoo Na runtuh dalam sekejap karena sebuah kemalangan. Suatu hari, saat sedang menunggu seseorang untuk pertemuan rahasia, ia tertidur di dalam mobilnya.
Begitu terbangun, Yoo Na mendapati dirinya terkunci di dalam bagasi mobil yang tengah dikemudikan oleh seorang penculik misterius.

Dalam kepanikan, ia mencoba segala cara untuk meminta pertolongan—berteriak sekuat tenaga hingga menghubungi teman-temannya melalui ponsel. Hanya saja, semua panggilannya tak berhasil.
Baca Juga: Sinopsis A dan Z: InsyaAllah Cinta, Kisah Pernikahan yang Tidak Terduga
Sang penculik ternyata tidak hanya berniat menyekapnya. Ia menuntut uang tebusan dalam jumlah yang sangat besar.
Karena Yoo Na tidak memiliki uang tunai sebanyak itu, sang penculik memaksanya melakukan siaran langsung (live streaming) dari dalam bagasi.
Yoo Na harus berhasil mengumpulkan donasi sebesar 650 juta won dari para penontonnya sebelum tengah malam.
Jika target tidak tercapai atau jika ia berani melapor polisi, sang penculik mengancam akan menghabisi nyawanya saat itu juga.
Situasi semakin pelik ketika para warganet justru menuding aksi Yoo Na hanyalah gimmik atau setingan demi menaikkan jumlah penonton.
Di tengah kepungan keraguan dunia maya, Yoo Na harus berpacu dengan waktu untuk meyakinkan publik bahwa nyawanya benar-benar di ujung tanduk.