Suara.com - Kabar duka datang dari industri musik Indonesia. Penyanyi populer Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertepatan dengan Ramadan yang penuh makna bagi umat Muslim.
Kepergian Vidi Aldiano langsung memicu rasa kehilangan mendalam dari penggemar, rekan artis, dan masyarakat yang selama ini mengikuti perjalanan karier serta perjuangan kesehatannya.
Penyanyi yang dikenal dengan suara khas dan kepribadian hangat tersebut sebelumnya memang terbuka mengenai kondisi kesehatannya, termasuk perjuangannya melawan penyakit kanker ginjal selama bertahun-tahun.
Vidi Aldiano pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal atau Renal Cell Carcinoma stadium tiga pada Desember 2019 setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura.
Diagnosis tersebut muncul setelah Vidi merasakan gejala tekanan darah tinggi yang tidak biasa, sehingga ia memutuskan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi tubuhnya.
Hasil pemeriksaan medis menemukan adanya massa tumor pada ginjal sebelah kiri yang kemudian membuat Vidi harus menjalani operasi pengangkatan ginjal secara total.
Operasi pengangkatan ginjal kiri atau nefektomi itu dilakukan pada Desember 2019 dan sempat membuat kondisi Vidi dinyatakan bersih dari sel kanker.
Namun perjalanan kesehatan suami dari aktris Sheila Dala tidak berhenti sampai di situ karena beberapa tahun kemudian sel kanker kembali ditemukan dalam tubuhnya.
Sekitar 2022, dokter menemukan bahwa sel kanker tersebut telah mengalami metastasis atau penyebaran ke beberapa titik di rongga perut.
Kondisi tersebut membuat Vidi harus menjalani perawatan intensif secara rutin demi menahan laju penyebaran kanker di dalam tubuhnya.
Sejak 2023, Vidi Aldiano secara rutin menjalani terapi medis setiap tiga minggu sekali yang ia sebut dengan istilah positif "Spa Day".
Istilah "Spa Day" yang sering dia bagikan kepada penggemar sebenarnya merupakan sesi kemoterapi dan pengobatan rutin untuk memperlambat perkembangan sel kanker.
Pada tahun-tahun berikutnya, Vidi terus mencoba berbagai metode pengobatan baik secara medis konvensional maupun pendekatan alternatif di luar negeri.
Awal tahun 2024, pelantun hits "Nuansa Bening" itu diketahui menjalani perawatan kesehatan di Koh Samui, Thailand dengan metode yang fokus pada detoksifikasi tubuh dan pemulihan holistik.
Kemudian pada 2025, Vidi juga sering melakukan perjalanan ke Penang, Malaysia untuk mendapatkan akses obat baru yang belum tersedia di Indonesia.
Selama proses pengobatan tersebut, Vidi sempat mengalami berbagai efek samping termasuk takikardia atau denyut jantung sangat cepat bahkan saat tubuh sedang beristirahat.
Selain itu, dia juga kerap merasakan nyeri yang datang dan pergi akibat kondisi kanker yang terus berkembang di dalam tubuhnya.
Pada November 2025, Vidi Aldiano akhirnya memutuskan untuk mengambil hiatus dari dunia hiburan agar bisa fokus sepenuhnya menjalani perawatan kesehatan.
Keputusan tersebut menjadi langkah penting bagi Vidi untuk memberikan perhatian penuh pada kondisi tubuhnya yang terus mengalami penurunan.
Menjelang enam tahun sejak diagnosis awal kanker, Vidi sempat membagikan refleksi emosional mengenai perjalanan hidup dan perjuangannya melawan penyakit tersebut.
Dalam pesan yang menyentuh, penyanyi 36 tahun itu menyebut penyakit yang dialaminya sebagai hadiah dari Tuhan yang mengajarkannya arti syukur dan makna kehidupan.
Setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker selama lebih dari enam tahun, Vidi Aldiano akhirnya mengembuskan napas terakhir di Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Kabar meninggalnya penyanyi tersebut menjadi duka besar bagi dunia hiburan Indonesia yang kehilangan salah satu musisi berbakat sekaligus inspirasi bagi banyak orang.
Selama hidupnya, Vidi Aldiano dikenal sebagai figur publik yang konsisten menyuarakan pentingnya deteksi dini kanker dan kesadaran kesehatan bagi masyarakat luas.
Kontributor : Chusnul Chotimah