Salah satu netizen menuliskan komentar imajiner, "Vidi: ih sumpaaahhh seriussss serame ini deket rumah baru gue? Gilaaa gue seneng banget sih kalo kayak gini. Gapapa rame aja terus di sini, gue seneng banget tahu. Gue ga nyangka, gue kira rumah baru gue bakal sepi banget tapi ternyata asik juga."
Komentar senada lainnya juga muncul, "Pov Vidi: eh ya ampun guys ga nyangka ternyata di sini rame ihhh seru juga yaa banyak jajan gitu seru dehhh!!" yang menunjukkan betapa kuatnya citra positif Vidi di mata penggemarnya.
Apresiasi untuk Keputusan Keluarga
Meskipun beberapa netizen mengklarifikasi bahwa area TPU Tanah Kusir memang sudah ramai oleh pedagang jauh sebelum Vidi dimakamkan di sana.
Namun tidak sedikit yang menduga kehadiran makam sang penyanyi membuat suasana sore di tempat tersebut menjadi semakin padat.
Di tengah ramainya perbincangan mengenai suasana makam, netizen juga memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar Vidi Aldiano.
Masyarakat merasa sangat menghormati keputusan keluarga yang memilih memakamkan Vidi di tempat pemakaman umum (TPU) yang bisa diakses oleh siapa saja, bukan di pemakaman elit yang tertutup bagi masyarakat umum.
Seorang netizen mengungkapkan rasa hormatnya dengan menulis.
"Sebenernya lebih respect ke pihak keluarganya yang lebih memilih memakamkan Alm. Vidi di TPU, dari yang biasanya artis-artis tajir lebih memilih dimakamkan di kuburan elit San Diego Hills, yang enggak semuanya masyarakat bisa masuk berziarah, semoga 'rumahnya' bisa selalu aman terjaga yah & do'a masyarakat selalu ngalir terus."
Baca Juga: Nino RAN Ungkap Lagu 'Sikilku Iso Muni' Jadi Penguat Usai Kehilangan Vidi Aldiano
Pilihan ini dinilai membuat kedekatan antara Vidi dan para penggemarnya tetap terjaga, meskipun ia telah tiada.
Aksesibilitas TPU Tanah Kusir memungkinkan siapa pun untuk datang dan mendoakan almarhum tanpa adanya batasan eksklusivitas.
Kehadiran para pedagang kaki lima dan warga yang menikmati senja seolah menjadi kado manis bagi sang 'Social Butterfly' yang kini telah beristirahat dengan tenang di tengah keramaian yang ia sukai semasa hidupnya.***
Kontributor : Tinwarotul Fatonah