- Aktor Emir Mahira mengalami fase jauh dari agama saat kuliah di Kanada, lingkungan pergaulan tidak religius.
- Ia menemukan kembali Islam pada awal 2020 melalui membaca buku penyembuhan depresi dan menggambar Ka'bah.
- Emir menyadari kesamaan logis antara meditasi, rasa syukur, dan pelaksanaan ibadah salat dalam Islam.
Secara tidak sengaja, Emir Mahira menemukan fakta ilmiah kalau meditasi dan rasa syukur merupakan obat untuk kesehatan jiwa.
"Salah satu obat depresi paling ampuh itu adalah meditasi dan bersyukur," ucapnya saat bercerita.
Dari hasil bacaannya tersebut, Emir Mahira menemukan korelasi mengejutkan dengan ajaran Islam.
Ia menyadari, aktivitas ibadah salat yang selama ini diperintahkan agama memiliki kesamaan fungsi dengan meditasi medis.
![Emir Mahira saat promosi film Janji Darah di kantor Suara.com, Kamis (13/6/2024) [Suara.com/Hyoga Dewa Murti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/13/46006-emir-mahira.jpg)
Emir Mahira melihat, salat bukan sekadar ritual tanpa makna. Melainkan sarana untuk berkomunikasi dengan Tuhan sekaligus melatih ketenangan.
Hal inilah yang menjadi pintu masuk bagi logikanya untuk menerima kembali syariat agama.
"Nah, itu kesamaan yang aku lihat di dalam salat. Which is kalau misalnya aku salat itu kan adalah meditasi, ketenangan" ungkap Emir Mahira.
Selain itu, salat juga merupakan bentuk syukur atas kehidupan yang diberikan Allah.
Penemuan logis ini membuatnya merasa bahwa Islam adalah agama yang sangat masuk akal untuk dijalani.
"Jadi aku menemukan logisnya ini bisa nyambung dengan agama dan aku menemukan bahwa kayak... oh, actually this makes sense," tambahnya lagi.
Peristiwa "menemukan kembali Tuhan" ini terjadi pada awal tahun 2020, tepat saat pandemi melanda dunia.
Kini, setelah kembali aktif di industri hiburan tanah air, Emir Mahira merasa setiap pekerjaan yang ia ambil memiliki keterkaitan dengan perjalanannya tersebut.
Seperti halnya proyek film religi terbaru, Kupilih Jalur Langit. Di mana Emir Mahira berperan sebagai Ustaz.
"Film ini adalah colekan itu dari Tuhan buat aku. Masa kamu nggak mendalami lebih dalam," ucap Emir Mahira.
Karena itu, Emir Mahira terus memperbaiki diri menjadi sosok yang lebih baik.