- Aktor Emir Mahira mengalami fase jauh dari agama saat kuliah di Kanada, lingkungan pergaulan tidak religius.
- Ia menemukan kembali Islam pada awal 2020 melalui membaca buku penyembuhan depresi dan menggambar Ka'bah.
- Emir menyadari kesamaan logis antara meditasi, rasa syukur, dan pelaksanaan ibadah salat dalam Islam.
Suara.com - Aktor berbakat Emir Mahira membagikan perjalanan spiritual. Bintang film Garuda di Dadaku ini ternyata pernah melewati fase di mana ia merasa sangat jauh dari Allah.
Momen tersebut terjadi ketika Emir Mahira sedang menempuh pendidikan di Sauder School of Business, University of British Columbia, Kanada.
Selama menetap di negeri orang, Emir mengaku lingkungan pergaulannya sama sekali tidak bersentuhan dengan nilai-nilai religius.
Kondisi ini membuatnya perlahan mulai meninggalkan kewajiban sebagai seorang Muslim.
"Jadi kuliah di Kanada itu, aku sangat jauh dari agama. Nggak ada teman-temanku yang salat sama sekali, tapi kebetulan dari situ aku malah menemukan agama," ujar Emir Mahira ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 11 Maret 2026.
![Emir Mahira ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 11 Maret 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/11/85432-emir-mahira.jpg)
Di tengah dirinya yang merasa jauh dari Allah, Emir Mahira membaca buku penyembuhan depresi.
Aktor peraih Piala Citra ini tidak mendeklarasikan dirinya mengalami depresi. Tapi ada hal-hal aneh yang terasa janggal.
"Di momen itu aku memang setiap kali bangun, aku hanya ingin tidur. Aku nggak pengen ngapa-ngapain, capek, hidup, mending tidur," cerita Emir Mahira.
Di masa itu, Emir Mahira tiba-tiba menggambar Ka'bah.
"Aku kayak orang gila. Aku gambar Ka'bah berkali-kali dalam buku-bukuku," cerita sang aktor.
![Emir Mahira ingin memperdalam Islam untuk menjawab segala keraguannya. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/11/80022-emir-mahira.jpg)
Di sinilah kemudian ia menyadari menemukan Islam.
"Aku telepon kakakku, 'kak, aku ketemu Islam'. Dari situ aku nangis-nangis, beneran nangis-nangis," tuturnya.
Tapi, pencarian Emir Mahira mendalami Islam, tidak berhenti sampai di situ. Ia yang merupakan seorang logis, mencari jawaban atas rasa penasaran.
"Jadi aku tuh orangnya sangat scientific, sangat logis lah bisa dibilang," kata Emir menjelaskan jati dirinya.
Emir Mahira memberikan contoh soal obat depresi.