- Petugas PLN mendatangi rumah pasangan lansia di Nias pada Selasa (10/3/2026), meminta uang Rp600.000.
- Pasangan lansia itu dicurigai jarang mengisi token listrik karena sangat hemat dan minimnya elektronik.
- Setelah viral, masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan kakek nenek menerima bantuan sembako.
Suara.com - Kisah memilukan menimpa pasangan lansia di Nias, Sumatera Utara. Rumah kakek nenek ini didatangi petugas PLN dan mendapat ancaman.
Cerita ini dibagikan pengguna Facebook bernama Tantri pada Selasa (10/3/2026).
Ia menyaksikan langsung bagaimana aparat perusahaan listrik negara itu menyatroni rumah kakek berusia 83 tahun tersebut.
"Mereka mendatangi rumah seorang kakek tua (sekitar 83 tahun) yang hidup dengan istrinya dan meminta uang sebesar Rp600.000," kata Tantri memberikan kesaksian.
Pangkal persoalannya tergolong unik namun tragis. Sang kakek dianggap mencurigakan karena sangat jarang mengisi pulsa listrik.
Padahal, hal tersebut dikarenakan kakek dan nenek itu memang hidup sangat bersahaja dan hemat.
"Mempermasalahkan 'kok tokennya lama habis, kenapa jarang isi pulsa, ada yang salah dengan meterannya'," ujar Tantri merinci tudingan petugas di lapangan.
Kenyataannya, pasangan renta ini memang tidak memiliki banyak barang elektronik yang mengonsumsi daya besar.
Mereka hanya menggunakan listrik untuk keperluan paling dasar guna menyambung hidup sehari-hari.
"Dalam rumah hanya ada tiga lampu yang watt-nya rendah dan satu ricecooker," imbuh Tantri untuk memperjelas kondisi ekonomi sang kakek.
Ketegangan sempat terjadi saat petugas PLN tersebut memberikan pilihan yang terasa seperti intimidasi kepada pelanggan lansia itu.
Hal ini membuat Tantri merasa takut melihat perlakuan petugas kepada orang tua yang sudah berumur.
"Lalu dengan nada mengancam anggota PLN ngomong ke kakek dan nenek 'kalau tidak mau pakai listrik negara, enggak apa-apa'," ucapnya, menirukan ucapan petugas saat itu.
Kisah tersebut kemudian viral di media sosial. Kekinian, jajaran Pemerintah Kabupaten Nias hingga petinggi PLN Gunungsitoli segera melakukan tindakan nyata.
"Sore ini masalahnya telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak PLN dan pemerintahan desa," ujar Tantri dalam kabar terbaru mengenai penyelesaian masalah tersebut.