Meskipun bayi tersebut berhasil selamat setelah melewati masa kritis di ICU dan mendapatkan empat jenis obat anti-kejang, ia tidak akan pernah kembali pulih sepenuhnya.
Kenyataan pahit yang harus dihadapi adalah bayi tersebut, "pulang membawa: 2 obat anti-kejang, setiap hari, seumur hidup. Karena otaknya sudah terluka permanen".
Luka fisik pada jaringan otak bayi yang baru berusia satu bulan tersebut bersifat menetap akibat satu suntikan yang terlewatkan di malam kelahirannya.
Mengapa Suntikan Vitamin K Sangat Vital?
Banyak orang tua belum menyadari bahwa bayi baru lahir secara alami memiliki kadar Vitamin K yang sangat rendah.
Hal ini dikarenakan Vitamin K sulit menembus plasenta saat dalam kandungan, dan kadar dalam ASI pun sangat sedikit.
Tanpa suntikan tambahan, seorang bayi memiliki risiko 81x lebih berisiko mengalami perdarahan otak.
Berdasarkan data medis, 6 dari 10 kasus kekurangan Vitamin K langsung menyerang organ vital yaitu otak.
Kejadian ini bukanlah kasus langka; dalam satu tahun terakhir saja, dr Iki telah menangani tiga kasus serupa di mana bayi mengalami perdarahan otak karena lahir di dukun beranak tanpa suntikan Vitamin K.
Padahal, secara medis, "Suntikan vitamin K itu aman. Sudah dipakai lebih dari 70 tahun di seluruh dunia. Perlindungannya? Seumur hidup".
Para ahli medis sangat menyarankan agar setiap orang tua mempersiapkan persalinan di fasilitas kesehatan demi menjamin bayi mendapatkan hak medis dasarnya dan terhindar dari cacat permanen yang sebenarnya sangat bisa dicegah ini.
Referensi ilmiah mengenai kasus serupa juga telah didokumentasikan dalam jurnal Cureus (2024) yang menekankan bahwa VKDB adalah kondisi katastropik namun dapat dicegah.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah