- Harry Kiss merasa kehilangan Vidi Aldiano sebagai "tukang ide" yang biasanya merancang tema unik foto keluarga setiap Lebaran.
- Perayaan tahun ini terasa buntu tanpa kehadiran Vidi yang selalu antusias menentukan konsep kreatif, mulai dari tema nelayan hingga pahlawan super.
- Di tengah duka, keluarga merasa terhibur oleh aksi solidaritas para sahabat yang membangun sumur wakaf dan donasi masjid atas nama almarhum.
Suara.com - Dua pekan setelah kepergian Vidi Aldiano, suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Harry Kiss.
Menjelang perayaan Idul Fitri, Harry mengaku kehilangan sosok penggerak tradisi keluarga yang biasanya membuat momen Lebaran menjadi sangat meriah.
Ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Kamis, 19 Maret 2026, Harry Kiss menceritakan ritual unik yang selalu ditunggu-tunggu oleh kolega dan penggemar Vidi setiap tahunnya, yaitu sesi foto keluarga dengan tema-tema unik.
"Lebaran itu kita punya ritual foto di depan rumah dengan berbagai tema. Ada tema nelayan, tukang kopi, Avengers, sampai Power Rangers. Itu biasanya ditunggu sama teman-teman Vidi. Tapi saya enggak tahu tahun ini temanya apa, ada ide enggak? Tema-tema itu biasanya Vidi yang atur," kata Harry Kiss saat ditemui awak media.
Ketidakhadiran sang putra sulung membuat rencana perayaan tahun ini terasa buntu. Vidi adalah penggagas ide kreatif bagi keluarga dalam menentukan konsep perayaan.
"Tahun ini belum tahu karena tukang idenya sudah meninggal," tambahnya.
Selain soal tradisi foto, Harry juga mengenang kebiasaan makan sang putra. Meski menu dasar Lebaran seperti opor tetap tersedia, keluarga biasanya menyiapkan hidangan tambahan favorit Vidi seperti sop buntut dan bakso. Di luar masakan rumah, Vidi dikenal sangat menggemari kuliner Jepang.
Adapun di tengah rasa kehilangan tersebut, Harry merasa terhibur dengan banyaknya aksi solidaritas dari para sahabat almarhum.
Dia mengungkapkan bahwa teman-teman Vidi, termasuk Shireen Sungkar untuk membangun sumur wakaf di wilayah kekeringan di Gunung Kidul, Yogyakarta.
"(Shireen) sudah ngobrol sama istri saya mau bikin sumur di Gunung Kidul karena di sana air susah. Membuat sumur di sana tidak murah karena harus sedalam 100 meter. Selain itu, ada juga teman-teman yang donasi untuk masjid di Cisarua, Bogor. Teman-temannya Vidi lagi berlomba-lomba membuat sesuatu untuk menyenangkannya," tutur Harry.
Bagi Harry, banyaknya aksi sosial atas nama Vidi adalah bukti nyata bahwa putranya adalah orang baik.
Doa menegaskan bahwa doa "panjang umur" yang selama ini dipanjatkan keluarga bukan tentang fisik, melainkan tentang nama baik yang terus dikenang sepanjang masa.
Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB di usia 35 tahun setelah berjuang selama tujuh tahun melawan kanker ginjal stadium lanjut.
Almarhum meninggalkan warisan kebaikan yang kini diteruskan oleh keluarga dan lingkaran sahabatnya melalui berbagai program amal jariyah.