- Dokter muda Cindy Rizap meluruskan isu perselingkuhan di Cikarang pada Sabtu, 21 Maret 2026, karena klarifikasi sebelumnya dipotong.
- Cindy membantah tuduhan pembiayaan pendidikan dan operasi plastik oleh pria, menegaskan latar belakang keluarga mapan profesional.
- Laporan polisi terhadap akun anonim penyebar fitnah tetap berlanjut meskipun Cindy memaafkan secara pribadi dalam momen Idulfitri.
Suara.com - Meski sebelumnya telah menggelar konferensi pers secara resmi, isu miring yang menyasar kreator konten sekaligus dokter muda, Cindy Rizky Aprilia alias Cindy Rizap rupanya belum sepenuhnya reda.
Ditemui di kawasan Cikarang, Jawa Barat pada Sabtu, 21 Maret 2026 dalam momen perayaan Idulfitri, Cindy kembali meluruskan sejumlah tudingan yang masih liar di media sosial.
Alih-alih mereda, video klarifikasi resmi berdurasi 30 menit yang sebelumnya dia gelar justru banyak dipotong dan di-framing ulang oleh akun-akun anonim.
Perempuan 23 tahun ini menyayangkan ulah netizen di platform TikTok yang sengaja menggiring opini publik agar tetap menyudutkannya dalam isu perselingkuhan tersebut.
"Iya, pintar banget ya netizen untuk pelintir-pelintirin. Karena orang-orang kebanyakan ngambilnya yang cuplikan-cuplikan. Padahal aku klarifikasi itu udah panjang banget, setengah jam, dan diliput oleh puluhan media," kata Cindy Rizky Aprilia kepada awak media.
![Cindy Rizky Aprilia atau Cindy Rizap, perempuan yang dituding simpanan dr. Riky Febriansyah, suami eks penyanyi cilik Maissy, bersama kuasa hukumnya, Machi Ahmad dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/19/89485-cindy-rizky-aprilia-atau-cindy-rizap.jpg)
"Itu emang suka dipotong-potong sama orang di TikTok. Jadi jangan nonton yang kayak gitu ya, nonton yang full," ucapnya menyambung.
Tudingan sebagai perempuan simpanan ini diakui Cindy cukup mengganggu mentalnya, terutama karena hal tersebut ikut mencoreng nama baik keluarga besarnya.
Bertepatan dengan momen suci Lebaran, dia memilih untuk tidak terlalu larut dalam kesedihan dan menganggap cobaan ini sebagai pelebur dosa.
"Sebenarnya jujur sedih. Kayak kenapa harus menimpa ke aku, padahal aku tuh bukan orang yang seperti orang-orang duga. Ganggu banget ya, apalagi keluarga aku tuh emang keluarga yang jaga image banget," tuturnya.
"Tapi nggak apa-apa deh ladang pahala aja. Semoga doa-doa aku di bulan Ramadan ini diijabah sama Allah. Anggap pencuci dosa aja deh," lanjut Cindy.
![Cindy Rizky Aprilia atau Cindy Rizap, perempuan yang dituding simpanan dr. Riky Febriansyah, suami eks penyanyi cilik Maissy, bersama kuasa hukumnya, Machi Ahmad dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/19/29031-cindy-rizky-aprilia-atau-cindy-rizap.jpg)
Lebih jauh, calon dokter ini menepis keras narasi bahwa pendidikan kedokteran hingga biaya operasi plastiknya didanai oleh pria hidung belang, yang digosipkan salah satunya adalah dr. Riky Febriansyah Saleh, suami mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela.
Untuk mematahkan stigma negatif tersebut, Cindy secara gamblang membeberkan latar belakang keluarganya yang memang sudah mapan sejak awal.
"Banyak kan orang ngomong ya kalau misalnya aku tuh masuk kedokteran dibiayain sama laki-laki gitu. Terus operasi dibiayain oleh laki-laki juga. Itu sebenarnya logikanya sih enggak masuk ya. Jadi emang semua tuh dari keluarga aku," tegas Cindy.
Dia menambahkan, keluarganya didominasi oleh dokter spesialis dan tokoh hukum publik yang tentu memiliki penghasilan besar.
"Keluarga aku tuh background-nya semua rata-rata spesialis. Ada spesialis kulit, bedah saraf, spesialis mata dan segala macam. Terus keluarga aku juga kerja di Hukum Indonesia, di Kejaksaan Agung," beber Cindy.
"Jadi kalau untuk sampai ke aku sebagai simpanan dan yang orang bilang gundik, main aja yuk ke rumah aku yuk. Kita kenalan sama orang tua aku," lanjutnya.
Selain menyerang ranah personal, isu ini juga sempat memunculkan rumor bahwa pihak universitas sengaja melindungi status kemahasiswaannya.
Menanggapi hal itu, Cindy membuktikan bahwa evaluasi kampus murni berdasarkan performa akademisnya yang tetap cemerlang di tengah badai gosip.
"Kampus itu enggak ngurusin masalah personal aku, tapi masalah performa aku di kampus, di koas. Kampus itu menilai anak-anaknya secara objektif. Kalau misalnya memang aku tidak bagus dan tidak mumpuni, pasti enggak bakalan lulus. Alhamdulillahnya, di semua stase aku lulus. Sampai dapat IPK semester ini aja 3,7," ungkap Cindy.
Terkait proses hukum, Cindy memastikan langkah tegasnya tidak berhenti sebatas klarifikasi.
Meskipun secara personal dia telah memaafkan para penyebar fitnah di momen Lebaran ini, laporan polisi (LP) terhadap sejumlah akun anonim tetap berjalan di bawah penanganan kuasa hukumnya, Machi Ahmad.
"Akun anonim itu udah sampai LP ya. Itu udah diurus sama pengacara aku sih, Bang Machi. Pokoknya aku memaafkan orang-orang yang mengancam aku, dan fitnah-fitnah aku. Manusia mungkin punya salah juga. Tapi untuk secara hukum ya tetap berjalan dan berlanjut," imbuhnya.
Kini, Cindy memilih mengabaikan komentar negatif di media sosial dan berfokus menyelesaikan pendidikannya demi menjadi dokter yang profesional dan bertanggung jawab.