Suara.com - Momen Lebaran yang biasanya identik dengan silaturahmi dan saling bermaaf-maafan tampak berbeda dalam sebuah video viral yang beredar di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, sekelompok wanita diduga merayakan Idul Fitri dengan cara yang tak biasa hingga menuai sorotan publik.
Dari video yang beredar, terlihat beberapa wanita yang masih mengenakan pakaian gamis berkumpul di sebuah ruang tamu.
Suasana awalnya tampak biasa, dengan mereka duduk santai sambil berbincang hangat layaknya pertemuan keluarga pada umumnya.
Di hadapan mereka juga terlihat aneka kue khas Lebaran yang tersaji di atas meja.
Hal ini semakin menguatkan suasana khas hari raya yang biasanya penuh kehangatan dan kebersamaan.
Namun perhatian warganet justru tertuju pada perilaku dua wanita yang terlihat merokok di tengah perbincangan tersebut.
Tak hanya itu, di dekat mereka juga tampak sebuah botol minuman keras yang memicu dugaan adanya konsumsi miras dalam momen tersebut.
"Gusti Allah ngamuk. Baru maaf-maafan terus buat dosa," kata seorang wanita dalam video
Aksi tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet yang menyayangkan perilaku tersebut.
Banyak yang menilai tindakan itu tidak sesuai dengan suasana Lebaran yang identik dengan hal-hal positif.
“Kampungnya ngampung banget,” tulis akun @arne*** .

Komentar lain juga menyinggung soal kesan yang diduga ingin ditampilkan dalam video tersebut.
Yang kayak gini biasanya baru nyobain, terus mau dibilang ‘wow keren banget’,” kata akun @novi***.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan tujuan dari membagikan momen tersebut ke media sosial.
“Aku aja yang minum sirop pas lebaran gak pake dipost, itu biar apa?” ujar akun @v_w_natu***.
Selain itu, ada pula warganet yang mengingatkan makna Lebaran yang seharusnya dijaga.
“Aduh, seharusnya Lebaran itu membersihkan diri dengan cara silaturahmi dengan orang-orang, bukan memperburuk sikap,” imbuh akun @fann***.
Peristiwa ini pun menjadi perbincangan luas di media sosial dan memicu berbagai sudut pandang.
Namun banyak yang berharap momen Lebaran tetap dijaga sebagai waktu untuk mempererat hubungan dan melakukan hal-hal positif.
Kontributor : Rizka Utami