- Film horor Songko mengadaptasi urban legend Sulawesi Utara tentang sosok misterius pengincar darah perempuan muda di Tomohon tahun 1986.
- Menjadi karya penyutradaraan perdana penulis skenario Gerald Mamahit yang mengedepankan konsep hyperlocal storytelling dengan melibatkan mayoritas talenta lokal.
- Mengusung atmosfer mencekam dan konflik psikologis warga desa, film ini dijadwalkan meneror bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026.
Suara.com - Dunia Mencekam Studio bersama Rumah Produksi Santara resmi merilis teaser trailer perdana film horor bertajuk Songko pada Kamis, 2 April 2026.
Film ini mengangkat legenda urban yang berkembang di masyarakat Sulawesi Utara, khususnya wilayah Minahasa dan Tomohon, mengenai sosok misterius yang mengincar darah perempuan muda.
Songko menjadi debut penyutradaraan bagi Gerald Mamahit di layar lebar. Sebelumnya, Gerald lebih dikenal sebagai penulis skenario untuk sejumlah film horor populer di Tanah Air.
Dalam proyek perdananya ini, dia berupaya menggali kekayaan cerita rakyat dari Indonesia Timur agar tidak hanya sekadar menjadi tontonan yang menakutkan secara visual.
"Songko adalah cerita yang sangat dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa. Kami ingin menghadirkan horor yang terasa autentik, bukan hanya menakutkan secara visual, tetapi juga memiliki akar cerita yang kuat dari tradisi lokal," kata Gerald Mamahit dalam keterangan resminya pada Kamis, 2 April 2026.
Berlatar tahun 1986, film ini mengisahkan sebuah desa di Tomohon yang dilanda ketakutan setelah sejumlah perempuan muda ditemukan tewas secara mengenaskan.
Warga meyakini bahwa desa mereka didatangi oleh Songko, makhluk yang haus darah suci demi kekekalan. Teror tersebut memicu kecurigaan antarwarga hingga menyasar keluarga Mikha.
Ibu tiri Mikha, Helsye, dituduh sebagai dalang di balik munculnya makhluk tersebut, yang kemudian memicu konflik dan perpecahan di desa.
Aktor Khiva Iskak, yang terlibat dalam produksi ini, mengaku merasakan atmosfer yang sangat intens saat menjalani syuting di lokasi asli.
"Yang membuat film ini menarik adalah karena kisahnya berasal dari legenda yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat. Saat menjalani proses syuting di Tomohon, suasananya terasa sangat kuat dan mendukung atmosfer cerita," ungkap Khiva.
Senada dengan Khiva, aktris Annette Edoarda menilai Songko memiliki kedalaman cerita pada sisi psikologis masyarakatnya.
"Songko bukan hanya film horor biasa. Ceritanya tentang ketakutan, tuduhan, dan bagaimana sebuah desa bisa terpecah karena teror yang tidak mereka pahami. Itu yang membuat cerita ini terasa sangat emosional sekaligus mencekam," kata Annette.
Secara teknis, film ini mengusung konsep hyperlocal storytelling. Santara tidak hanya menjadikan kaki Gunung Lokon sebagai latar tempat, tetapi juga membangun infrastruktur kreatif permanen di sana. Produksi ini pun melibatkan mayoritas talenta lokal, mulai dari jajaran pemain hingga kru asal Manado dan Tomohon.
Selain Annette Edoarda dan Khiva Iskak, film ini juga dibintangi oleh Imelda Therinne, Fergie Brittany, dan Tegar Satria. Songko dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.