Suara.com - Harga plastik di Indonesia yang naik 50 hingga 100 persen memantik kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Agar biaya produksi tetap stabil, mereka mencari alternatif pembungkus yang lebih terjangkau.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah unggahan dari akun Instagram Momoyo Ice Cream & Fruit Tea Wonokerto. Merkea menunjukkan cara penyajian unik tanpa menggunakan plastik.
Melalui video yang diunggah pada 7 April 2026, toko tersebut memperlihatkan inovasi penggunaan daun pisang sebagai wadah es krim mereka.
Dalam unggahan tersebut, pengelola menuliskan pesan singkat,
"Tenang kita sudah ada solusinya," katanya.
Langkah ini ternyata mendapat sambutan hangat dari netizen yang menilai tampilan es krim justru menjadi lebih menarik dan memiliki nilai seni tersendiri.
Beragam komentar positif membanjiri kolom komentar
"Malah cakepan begini," serta komentar lainnya yang memuji sisi keberlanjutannya, "Gitu aja min, jadi estetik dan ramah lingkungan."
Ada juga yang berpikir dengan ganti bungkus plastik menjadi daun pisang dapat mengurangi sampah plastik.
"Bener gitu aja.. ngurangi sampah plastik," komentar netizen.
Kenaikan harga plastik dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku global sejak akhir Maret tahun ini akibat konflik geopollitik Timur Tengah.
Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, menjelaskan kondisi kritis tersebut.
"Selat Hormuz ketutup, sehingga 70 persen nafta dari Middle East tidak bisa terkirim ke industri petrokimia," katanya.