- Ketua DPRD Gowa, Fahmi Adam, menuai kritik pedas dari netizen karena dinilai memiliki kemampuan bicara yang berantakan dan sulit dipahami saat diwawancara.
- Menjabat sebagai pimpinan legislatif di usia 25 tahun, politisi PPP ini tercatat sebagai salah satu Ketua DPRD termuda di Indonesia.
- Fahmi merupakan putra dari pengusaha properti besar di Gowa dan sempat menekuni dunia bisnis sebelum menjabat sebagai Sekretaris DPC PPP Gowa.
Suara.com - Ketua DPRD Gowa Fahmi Adam menuai kritik karena dinilai tak memiliki kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking yang baik.
Kritik untuk Fahmi mengalir deras ketika ia diwawancara awak media usai dilantik.
Hal ini terlihat dari pernyataannya yang dinilai kurang jelas saat memberikan keterangan kepada awak media.
"Ahamdulillah, di tahun ini, saya masih di umur 25, dan di tanggal 21 April nanti, mungkin sudah beberapa hari lagi, saya sudah genap di tahun 26," ujar Fahmi Adam.
Selanjutnya, Fahmi ditanya mengenai perasannya jadi Ketua DPRD termuda di Indonesia. Namun, ia malah memberikan jawaban lain.
Struktur kalimat yang dilontarkan juga dinilai netizen berantakan sehigga sulit dipahami.
"Tentu peran-peran penting dan strategis, tentu komunikasi langsung, tentu mungkin bisa berguna untuk dan menjadi lebih baik untuk masyarakat," katanya.
Potongan video tersebut viral dan memantik komentar pedas.
Lantas siapa sebenarnya Fahmi Adam?
Fahmi merupakan seorang politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang lahir di Sungguminasa pada 21 April 2000.
Ia adalah anak dari pasangan H. Darwis Dg Nai dan Nursiah Dg Sunggu. Ayahnya dikenal luas sebagai pengusaha properti kelas kakap yang memiliki sejumlah kawasan perumahan di wilayah Gowa.
Sebelum terjun ke dunia politik, Fahmi lebih dulu ikuti jejak ayahnya sebagai pengusaha.
Di partai, Fahmi Adam memegang jabatan strategis, yakni Sekretaris DPC PPP Gowa.