- Sutradara Simon West merilis film komedi aksi berjudul Gun Shy yang dibintangi Antonio Banderas pada tahun 2017.
- Film ini mengisahkan mantan bintang rock Turk Henry yang berupaya menyelamatkan istrinya dari penculikan di negara Chili.
- Tayangan ini dijadwalkan hadir di Trans TV pada hari Jumat, 10 April 2026, pukul 23.00 WIB malam nanti.
Suara.com - Antonio Banderas selama ini dikenal sebagai sosok pahlawan yang gagah, tajam, dan karismatik, The Mask of Zorro atau Desperado jadi contohnya.
Namun, dalam film rilisan tahun 2017 bertajuk Gun Shy, sutradara veteran Simon West (Con Air dan The Expendables 2) memaksa Banderas keluar dari zona nyamannya.
Hasilnya? Sebuah komedi aksi yang sangat absurd, penuh warna, dan mungkin merupakan salah satu peran paling "berani" dalam karier sang aktor Spanyol tersebut.
Gun Shy akan tayang Jumat (10/4/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Gun Shy mengisahkan tentang Turk Henry (Antonio Banderas), seorang pemain bass dari band rock legendaris yang kini sudah melewati masa jayanya.

Turk adalah tipikal bintang rock yang kaya raya, manja, dan tidak memiliki kemampuan bertahan hidup di dunia nyata.
Ia memutuskan untuk berlibur ke Chili bersama istrinya yang merupakan seorang supermodel, Sheila (Olga Kurylenko).
Petaka muncul ketika Sheila diculik oleh sekelompok bajak laut amatir yang berharap mendapatkan uang tebusan besar untuk mendanai gerakan revolusi mereka.
Alih-alih mendapatkan bantuan dari otoritas setempat yang korup atau agen federal yang kaku seperti Ben Harding (Mark Valley), Turk menyadari bahwa ia harus menyelamatkan istrinya sendirian.
Masalahnya, satu-satunya keahlian Turk hanyalah bermain gitar dan berpesta, bukan memegang senjata atau melakukan negosiasi sandera.
Di sinilah letak komedi utama film ini, di mana penonton disuguhkan upaya konyol seorang pria yang lebih peduli pada gaya rambutnya daripada keselamatan nyawanya.

Secara visual, Gun Shy adalah ledakan warna. Simon West tampaknya ingin menciptakan estetika yang menyerupai buku komik atau video musik era 80-an.
Antonio Banderas tampil dengan rambut palsu yang berantakan, pakaian berbunga-bunga yang mencolok, dan sepatu bot kulit ular. Penampilannya sendiri sudah menjadi lelucon yang berjalan sepanjang film.
Kehadiran Olga Kurylenko memberikan keseimbangan yang diperlukan. Meskipun ia berperan sebagai korban penculikan, Kurylenko tidak tampil sebagai "damsel in distress" yang lemah; ia justru sering kali terlihat lebih cerdas daripada para penculiknya.
Sementara itu, Ben Cura memberikan performa pendukung yang solid, memperkuat jajaran pemeran internasional yang membuat film ini terasa seperti proyek global yang ambisius meski dengan skala produksi yang lebih intim.