Review Film Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang Perasaan

Sumarni

Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB
Review Film Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang Perasaan
Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)

Suara.com - Film Yohanna karya Razka Robby Ertanto sebenarnya datang dengan niat yang terasa sangat mulia, bahkan nyaris terlalu mulia untuk ukuran sebuah film.

Mengangkat kisah seorang biarawati muda yang dikirim ke pelosok Sumba demi misi kemanusiaan, lalu dipaksa berhadapan dengan realitas sosial yang keras, film ini seperti ingin berkata, "Ini loh, kenyataan di luar sana."

Sayangnya, dalam proses menyampaikannya, ada kesan bahwa film ini lebih sibuk mengingatkan penonton bahwa dia penting, ketimbang benar-benar membuat penonton merasakannya.

Dibintangi Laura Basuki, ekspektasi terhadap Yohanna jelas tidak kecil. Apalagi dengan premis tentang krisis iman, tema yang, kalau digarap dengan tepat, bisa sangat menghantam secara emosional.

Namun yang terjadi di layar justru terasa seperti potongan-potongan pemikiran yang belum sepenuhnya selesai dirangkai.

Ide Berat tapi Penyampaiannya Ringan

Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)
Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)

Ada banyak hal besar yang ingin dibicarakan film ini, mulai dari eksploitasi anak, ketidakadilan sosial, hingga pergulatan iman yang kompleks.

Secara konsep, semuanya terdengar seperti bahan diskusi panjang yang tak berujung setelah film selesai.

Ironisnya, saat menonton, justru muncul pertanyaan sederhana, "Ini sebenarnya mau fokus ke mana?"

baca juga

Pendekatan non-linear yang digunakan tampaknya dimaksudkan untuk memberi kedalaman. Namun hasilnya lebih sering terasa seperti menyusun puzzle tanpa gambar contoh.

Potongan adegan datang dan pergi, tetapi tidak selalu memberikan dampak yang cukup untuk membangun emosi.

Alih-alih terasa reflektif, narasi yang dibawa oleh Yohanna justru cenderung membuat penonton sibuk mengejar alur.

Emosi yang Hanya Numpang Lewat

Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)
Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)

Film ini sebenarnya punya banyak momen yang seharusnya kuat. Pertemuan dengan anak-anak korban eksploitasi, konflik batin Yohanna, hingga dilema moral yang dia hadapi, semuanya punya potensi untuk menyentuh.

Namun, banyak dari momen tersebut terasa seperti lewat begitu saja, seolah film ini sedang terburu-buru mencapai sesuatu yang bahkan tidak terlalu jelas bentuknya.

Adegan emosional hadir, tapi langsung hilan, bahkan sebelum kita mengerti apa maksudnya. Akibatnya, penonton hanya melihat, tanpa benar-benar ikut merasakan.

Penampilan Laura Basuki juga terasa berada di posisi yang cukup sulit. Di satu sisi, dia tetap membawa kualitas akting yang cukup solid.

Namun di sisi lain, karakter yang dia perankan tidak selalu diberi ruang untuk berkembang secara utuh.

Beberapa ekspresi emosional terasa menggantung, bukan karena aktingnya lemah, tetapi karena fondasi adegannya sendiri belum cukup kuat menopang.

Visual Cantik yang Tidak Didukung Cerita Kuat

Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)
Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)

Soal visual, Yohanna jelas tidak pelit. Lanskap Sumba ditampilkan dengan indah, bahkan bisa dibilang menjadi salah satu daya tarik utama.

Sayangnya, keindahan tersebut sering terasa seperti berdiri sendiri. Film ini tidak selalu terhubung dengan emosi cerita.

Beberapa adegan tampak seperti kartu pos yang indah, enak dilihat, tapi tidak menambah banyak pada perjalanan batin tokohnya.

Pada titik tertentu, muncul perasaan bahwa visual mencoba menutupi kekosongan yang sebenarnya berasal dari narasi.

Bahkan beberapa adegan yang dimaksudkan untuk menunjukkan keindahan dan budaya asli Sumba terasa tidak nyambung dengan cerita.

Mereka hanya dipaksa masuk untuk menghiasi layar, tapi makna dan pesan yang disampaikan sangat amat kurang.

Film Penting yang Gagal Mengajak untuk Merenung

Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)
Review Yohanna, Kisah Krisis Iman dan Kemanusiaan yang Gagal Mengguncang (YouTube)

Menariknya, Yohanna tetap terasa sebagai film yang penting. Bukan karena eksekusinya yang sempurna, tetapi karena keberaniannya mengangkat isu yang jarang disentuh.

Film ini berbicara tentang iman, tapi tidak dengan cara yang nyaman, menunjukkan bahwa keyakinan bisa terasa seperti beban, bukan sekadar pegangan.

Dan di situlah letak kekuatan sekaligus kelemahannya. Film ini tahu apa yang ingin dibicarakan, tetapi belum sepenuhnya tahu bagaimana cara menyampaikannya.

Hasil akhirnya adalah karya yang penuh niat baik, penuh gagasan, tetapi masih terasa seperti draft yang belum benar-benar selesai.

Pada akhirnya, Yohanna adalah pengalaman menonton yang membuat kepala aktif berpikir, tapi hati tidak selalu ikut bergerak.

Sebuah film yang mengajak merenung, tapi penonton harus bekerja ekstra keras hanya untuk memahami apa yang sebenarnya ingin direnungkan.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biar Asyik Nonton Film Ozora di Netflix, Coba Simak Dulu Fakta-faktanya

Biar Asyik Nonton Film Ozora di Netflix, Coba Simak Dulu Fakta-faktanya

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 19:45 WIB

Sinopsis Gentayangan: Baim Wong Bangkrut dan Diteror di Hotel Tua, Malam Ini di ANTV

Sinopsis Gentayangan: Baim Wong Bangkrut dan Diteror di Hotel Tua, Malam Ini di ANTV

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 18:30 WIB

Gun Shy: Komedi Absurd Penuh Warna dari Antonio Banderas, Malam Ini di Trans TV

Gun Shy: Komedi Absurd Penuh Warna dari Antonio Banderas, Malam Ini di Trans TV

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 19:30 WIB

Sinopsis Ain, Film Horor Indonesia yang Siap Tayang di Rusia

Sinopsis Ain, Film Horor Indonesia yang Siap Tayang di Rusia

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 19:15 WIB

Sinopsis Film 'Hope', Thriller Sci-Fi Zo In Sung yang Tembus Kompetisi Cannes 2026

Sinopsis Film 'Hope', Thriller Sci-Fi Zo In Sung yang Tembus Kompetisi Cannes 2026

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 20:00 WIB

Sinopsis Film Thailand The Red Line, Aksi Balas Dendam Korban Scam Lawan Geng Call Center

Sinopsis Film Thailand The Red Line, Aksi Balas Dendam Korban Scam Lawan Geng Call Center

Entertainment | Jum'at, 10 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×