Suara.com - Film The Kings Warden berhasil menempati posisi sebagai film terlaris kedua dalam sejarah perfilman Korea setelah mengumpulkan 16,28 juta penonton.
Berdasarkan data distributor film Showbox, capaian The King's Warden melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Extreme Job dengan total 16,26 juta penonton.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Yonhap, jumlah penonton The King's Warden mengalami peningkatan pesat hingga menempatkannya tepat di bawah film perang epik The Admiral: Roaring Currents, yang masih memegang rekor dengan 17,6 juta penonton.
Meski Dewan Perfilman Korea belum merilis data resmi per 11 April, angka dari pihak distributor sudah cukup menunjukkan kesuksesan besar yang diraih film tersebut.
Penasaran dengan alur filmnya? Simak sinopsisnya berikut ini!
Sinopsis The King's Warden

Berlatar pada tahun 1457 di era Dinasti Joseon, film The King's Warden mengangkat kisah tragis Raja Danjong, seorang raja muda yang naik takhta di usia 12 tahun.
Kepemimpinannya yang masih belia tidak bertahan lama, karena kekuasaan tersebut direbut melalui kudeta oleh pamannya sendiri, Pangeran Agung Suyang, yang kemudian dikenal sebagai Raja Sejo.
Peristiwa ini menjadi titik balik yang mengubah hidup Danjong secara drastis.
Setelah dilengserkan, Danjong diasingkan ke Cheongnyeongpo, sebuah lembah pegunungan yang indah namun terpencil di wilayah Yeongwol.
Di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk istana, ia harus menjalani kehidupan sederhana yang sangat bertolak belakang dengan kemewahan yang sebelumnya ia nikmati sebagai raja.
Sementara itu, di sebuah desa terpencil pada masa Joseon abad ke-15, hidup seorang kepala desa bernama Eom Heung Do.
![The King's Warden menjadi salah satu film terlaris Korea Selatan sepanjang sejarah. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/13720-the-kings-warden.jpg)
Ia mendengar kabar bahwa desa yang bersedia menampung bangsawan yang diasingkan akan memperoleh berkah berupa kemakmuran dan keberuntungan.
Dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi desanya yang miskin, Heung Do pun mengajukan permohonan untuk menerima seorang bangsawan, tanpa mengetahui bahwa tamu yang akan ia sambut adalah mantan raja.
Seiring waktu, Danjong yang bergulat dengan kehilangan jati diri, trauma, serta ancaman dari istana, mulai membangun hubungan yang hangat dan tak terduga dengan Heung Do.