Suara.com - Dunia maya baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya sebuah infografis kreatif yang mengandaikan jika posisi penting dalam pemerintahan Indonesia diisi oleh para kreator konten papan atas.
Konten yang bertajuk "What if YouTuber menguasai pemerintah" ini bersifat satire sekaligus imajinatif, namun berhasil memancing diskusi hangat di kalangan netizen.
Dalam susunan "kabinet" tersebut, nama Ferry Irwandi ditempatkan pada posisi tertinggi sebagai Presiden RI, didampingi oleh Jovial Da Lopez sebagai Wakil Presiden.
Penempatan ini didasarkan pada persona dan latar belakang konten yang melekat pada masing-masing tokoh, di mana Ferry dikenal dengan narasi-narasinya yang tajam dan edukatif.
Namun, hal yang menarik justru datang dari respon para tokoh tersebut.
Alih-alih bangga menjadi "Presiden", Ferry Irwandi secara blak-blakan menyatakan ketertarikannya pada posisi lain yang saat ini tengah menjadi sorotan publik, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Melalui komentarnya, Ferry menegaskan, "Saya maunya jadi kepala BGN."
Keinginan serupa juga dilontarkan oleh Bobon Santoso.
Dalam infografis tersebut, Bobon sebenarnya diposisikan sebagai Menteri HAM, namun dia tampak kurang sreg dan justru menginginkan posisi yang sama dengan Ferry Irwandi.
Bobon yang dikenal dengan konten memasak porsi besar dan aksi sosialnya merasa lebih cocok menangani urusan gizi.
Dia pun secara terbuka meminta perubahan posisi dengan berkomentar, "Reshuffle jadi kepala BGN aja min."

Fenomena "rebutan" jabatan BGN ini pun memicu kreativitas netizen lainnya.
Beberapa pengguna media sosial bahkan mengusulkan nama spesifik lain yang dianggap lebih mumpuni dalam urusan makanan berskala besar untuk memimpin lembaga tersebut.
"Tanboy Kun : kepala BGN," tulis salah satu netizen yang merujuk pada YouTuber mukbang populer Indonesia.
Selain perebutan posisi Kepala BGN, infografis ini juga menampilkan deretan nama beken yang mengisi pos kementerian sektoral.
Jerome Polin, misalnya, diposisikan sebagai Menteri Pendidikan karena latar belakang akademisnya, sementara Deddy Corbuzier didapuk sebagai Menteri Pertahanan.
Di sektor keuangan, muncul nama Raymond Chin, sedangkan untuk urusan kesehatan, dr Tirta dianggap sebagai sosok yang paling pas.
Nama-nama lain yang turut meramaikan kabinet imajinatif ini meliputi Andrew Kalaweit sebagai Menteri Kehutanan, Denny Sumargo di posisi Menteri Pemuda dan Olahraga, hingga Chandra Liow sebagai Menteri Ekonomi Kreatif.
Tak ketinggalan, ada Praz Teguh sebagai Menteri Sosial, Habib Jafar sebagai Menteri Agama, dan Nessie Judge yang memegang mandat sebagai Menteri Kebudayaan.
Sektor infrastruktur dan komunikasi pun tak luput dari perhatian dengan menempatkan Ade Rai sebagai Menteri Komunikasi, Andre Taulany sebagai Menteri Perumahan, serta Gofar Hilman sebagai Menteri Perhubungan.
Di bidang pemberdayaan, Nikita Willy disebut cocok sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan, sementara Nex Carlos dan Wancoy masing-masing diposisikan di urusan UMKM dan Perdagangan.
Kehadiran infografis ini menjadi bahan diskusi ringan yang menarik di media sosial, menunjukkan bagaimana publik melihat relevansi antara persona digital seorang kreator konten dengan tanggung jawab publik di dunia nyata.
Meski bersifat pengandaian, interaksi langsung dari Ferry Irwandi dan Bobon Santoso membuat topik ini jadi lebih menarik netizen.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah