Suara.com - Film terbaru karya Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell mencatat capaian 600 ribu penonton hanya dalam tiga hari penayangan sejak rilis perdana.
Informasi jumlah penonton tersebut disampaikan langsung oleh Joko Anwar melalui akun X pribadinya pada Minggu, 19 April 2026.
"Sudah 600 ribu," tulis sutradara yang populer dengan seri film Pengabdi Setan ini.
Film Ghost in the Cell resmi dirilis di bioskop Indonesia pada Kamis, 16 April 2026 dengan respons awal yang langsung menunjukkan angka penonton tinggi.
Performa awal ini memperlihatkan antusiasme publik terhadap karya terbaru Joko Anwar yang dikenal konsisten menghadirkan konsep cerita berbeda dalam setiap produksinya.
Berbeda dari film horor sebelumnya, Ghost in the Cell menggabungkan elemen horor dengan komedi gelap yang disertai kritik sosial tajam.
Cerita film ini mengambil latar penjara fiktif bernama Lapas Labuan Angsana sebagai simbol kondisi sosial dan hukum yang penuh absurditas.
Penonton tidak hanya disajikan suasana mencekam dari teror supranatural, tetapi juga diajak memahami ironi kehidupan melalui pendekatan satir yang kuat.
Sebelum tayang di Indonesia, film ini telah menarik perhatian internasional setelah masuk dalam program Forum di Festival Film Internasional Berlin 2026.
Selain itu, Ghost in the Cell juga berhasil diamankan untuk distribusi ke 86 negara, menunjukkan daya tarik global terhadap karya tersebut.
Dari sisi produksi, film ini dibangun dengan detail tinggi, termasuk pembuatan set penjara secara mandiri selama dua bulan penuh.
Jumlah pemain yang terlibat mencapai 412 orang, menghadirkan atmosfer penjara yang terasa hidup dan penuh dinamika visual.
Teknik pencahayaan 360 derajat digunakan untuk mendukung pergerakan aktor yang lebih fleksibel dan menciptakan kesan sinematik yang lebih organik.
Proses produksi juga menerapkan standar kerja yang terukur dengan durasi maksimal tujuh jam per hari demi menjaga kualitas serta kondisi kru.