Suara.com - Kisah memilukan menimpa seorang remaja putri di Sumatera Utara.
Gadis yang masih kelas 2 SMA dan berasal dari Nias Selatan menjadi korban tipu daya laki-laki yang mengaku sebagai bujangan saat berkomunikasi di media sosial.
Mengutip dari unggahan akun Instagram @info_netizen62, kejadian ini bermula dari hubungan jarak jauh yang dibangun melalui platform digital.
Korban, yang masih berusia 16 tahun, berasal dari Desa Sisobahili, Kecamatan Lolowa'u/Salawa'ahe, Nias Selatan.
Terbawa oleh perasaan dan janji-janji manis, dia nekat melakukan perjalanan jauh menuju Kabupaten Nias Utara demi menemui pria dambaannya tersebut.
Sesampainya di tujuan, harapan indah remaja tersebut seketika sirna.
Lelaki yang selama ini menjalin komunikasi intens dengannya ternyata menyembunyikan status aslinya.
Fakta pahit ini terungkap saat sang gadis mendatangi langsung kediaman laki-laki tersebut di Nias Utara.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, laki-laki tersebut diduga kuat melakukan manipulasi sejak awal perkenalan dengan mengaku sebagai pria lajang.
Padahal dia sudah memiliki istri dan anak dari pernikahannya itu.
Penyamaran ini berhasil meyakinkan korban hingga dia berani mengambil keputusan berani dalam hidupnya.
Dalam video yang beredar, gadis itu tampak kaget dan tak bisa berbuat apa-apa saat harus berhadapan dengan warga.
Fakta lain yang terungkap, sangat miris karena ternyata gadis itu rela putus sekolah demi datang ke daerah lelaki yang dia cintai.
Ini karena dia ingin tinggal dan menikah dengan lelaki tersebut sebelum mengetahui fakta memilukan tersebut.
Kisah ini memicu berbagai reaksi dari netizen, terutama di platform Instagram.
Banyak pihak yang menyayangkan mengapa seorang siswi berprestasi atau yang memiliki masa depan panjang harus mengorbankan pendidikannya demi hubungan yang belum pasti.
Fenomena ini menjadi sorotan tajam netizen dan memberikan nasehat untuk generasi muda.
"Pembelajaran buat adik-adik kita semuanya. Jangan lupa sama omongan laki-laki yang tidak kita kenal," komentar netizen.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para orangtua dan remaja tentang risiko nyata di balik hubungan yang terjalin melalui media sosial.
Kritik pun mengalir deras kepada pihak pria yang diduga sengaja memberikan janji palsu atau menyembunyikan status pernikahannya untuk memikat korban yang masih di bawah umur.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah