Suara.com - Ribuan warga Kalimantan Timur (Kaltim) mendemo Gubernur mereka, Rudy Mas'ud, pada Selasa, 21 April 2026.
Mulai dari isu anggaran mobil dinas Rp8,5 miliar hingga renovasi rumah jabatan gubernur dan wakilnya sebesar Rp25 miliar menjadi pemicu mahasiswa dan masyarakat sipil turun ke jalan.
Demo tersebut menuntut tiga hal, yaitu evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, menghentikan praktik KKN, dan mendesak DPRD mengoptimalkan fungsi pengawasan.
Dalam video yang beredar, Rudy Mas'ud sempat mendengarkan aspirasi sejumlah mahasiswa.
Ia duduk bersila di depan para mahasiswa yang salah satunya sedang membacakan tuntutan mereka.
"Ketiga, memberikan kejelasan dan transparansi melalui bukti konkret bahwa aspirasi ini merupakan bagian dari kebijakan dan tindak lanjut pemerintah provinsi sebagai bahan evaluasi," ujar perwakilan mahasiswa.
Namun di tengah-tengah pernyataan mahasiswa tersebut, Rudy Mas'ud malah mengambil ponsel dari saku dan memainkannya sebelum akhirnya ditegur.
"Pak, jangan main HP Pak!" ujar para mahasiswa saat melihat Rudy Mas'ud bukan hanya melihat, tetapi juga memainkan ponselnya.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yang bermain ponsel ketika mahasiswa menyampaikan aspirasinya ikut mencuri perhatian Melanie Subono.
Ia meminta followers Instagram-nya memberikan contoh cara menerima aspirasi masyarakat.

"Komen please tentang cara dan contoh menerima aspirasi rakyat dengan baik dan benar," sentil Melanie.
Warganet pun ikut geram lantaran Rudy Mas'ud seolah tidak merasa bersalah meski warganya sudah turun ke jalan untuk menyampaikan protes.
"Gak didengerin tuh aspirasi mereka sama Gubernurnya. Dia nggak merasa bersalah juga sih udah pakai negara," komentar akun @naliciaal***.
"Bentar bales chat ayang dulu," sindir akun @eva***.
"Lagi liat notif transferan masuk," sahut akun @yaaini***.
"Mereka minta demo dengan etika sopan santun dengan adat ketimuran, tapi pejabatnya gak tau juga cara menunjukan etika sopan santun dan adat ketimuran," kata akun @oki***.
Sebagai informasi, Rudy Mas'ud bersama Seno Aji dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur pada 20 Februari 2025.
Rudy-Seno terpilih sebagai pemimpin Kaltim dengan perolehan suara 55,66 persen dan unggul di 8 dari 10 kabupaten/kota.
Salah satu program Rudy-Seno adalah Gratispol, yakni menggratiskan pendidikan, layanan kesehatan, internet desa, bantuan perumahan, hingga dukungan sosial keagamaan.
Kontributor : Neressa Prahastiwi