"Saya titipkan Rp25 juta, karena ternyata saya bertemu orang baik," ujar Dedi dengan nada kagum.
Dalam kesempatan tersebut, Bu Atun juga memohon doa agar dirinya tetap istiqamah dalam menjalani kehidupan sederhana.
"Doakan saya pak, mudah-mudahan dapat ridho Allah dan menjadi hamba yang mulia," ucap Bu Atun penuh harap.
Sikapnya yang memaafkan dan memilih berbagi justru memperlihatkan nilai kemanusiaan yang kuat dalam menghadapi cobaan hidup.
"Ibu kenapa memaafkan, dihukum saja harusnya," tanya Dedi mencoba menggali alasan di balik keputusan tersebut.

"Jangan atuh pak, kasihan generasi masih panjang, waktunya berubah jadi baik," jawab Bu Atun lembut.
Dia menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan memperbaiki diri selama diberikan ruang dan doa yang tulus.
Hal ini lantas memicu gelombang simpati dari warganet yang tersentuh oleh ketulusan dan kebijaksanaan Bu Atun.
"Direndahkan murid-muridnya tapi ditinggikan derajatnya oleh Allah," tulis seorang warganet dalam komentar.
"Berlian akan tetap menjadi berlian di mana pun kau berada, Ibu," ujar warganet lain.
Kontributor : Chusnul Chotimah