- Roman Melnyk kehilangan istri dan putrinya dalam kecelakaan pesawat fatal, membuatnya terjebak dalam duka yang tak berujung dan penolakan terhadap uang asuransi.
- Di sisi lain, Jake Bonanos harus menanggung beban psikologis yang berat dan kehancuran hidup pribadi setelah menjadi petugas yang bertanggung jawab saat insiden terjadi.
- Cerita memuncak pada obsesi Roman untuk menemukan Jake demi mendapatkan permohonan maaf langsung, mempertemukan dua pria yang sama-sama hancur oleh satu tragedi.
Suara.com - Bioskop Trans TV Jumat malam ini, 24 April 2026, menyajikan tontonan yang tidak boleh dilewatkan. Film bertajuk Aftermath dijadwalkan tayang pada pukul 23.00 WIB, membawa pesan mendalam tentang duka, rasa bersalah, dan sulitnya menemukan kedamaian pasca-tragedi besar.
Berbeda dari peran-peran sebelumnya yang identik dengan aksi laga meledak-ledak, dalam film ini kita akan melihat sisi rapuh dan emosional dari aktor legendaris Arnold Schwarzenegger.
Film ini menjadi magnet tersendiri bagi penonton yang merindukan narasi kuat dengan performa akting yang memukau.
Rilis pada 2017, Aftermath disutradarai oleh Elliott Lester dengan naskah yang ditulis oleh Javier Gullón.
Film ini terinspirasi dari kejadian nyata tabrakan pesawat di Uberlingen yang sangat memilukan. Selain Arnold Schwarzenegger, film ini juga didukung oleh jajaran pemain berbakat seperti Scoot McNairy, Maggie Grace, dan Martin Donovan.
Kekuatan utama film ini terletak pada kemampuannya memotret dua sisi kehidupan yang berbeda namun hancur akibat peristiwa yang sama. Sutradara Elliott Lester berhasil membawa penonton masuk ke dalam ruang gelap psikologis para penyintas tragedi udara tersebut.
Sinopsis Film Aftermath
Cerita berpusat pada seorang pria bernama Roman Melnyk (Arnold Schwarzenegger), seorang pekerja konstruksi yang hidupnya seketika hancur berkeping-keping.
Hari yang seharusnya penuh sukacita saat menanti kedatangan istri dan putrinya yang tengah hamil berubah menjadi neraka. Pesawat AX 112 yang mereka tumpangi mengalami tabrakan fatal di udara dengan pesawat lain.
Berita duka tersebut menghantam Roman dengan telak. Seluruh harapan hidupnya sirna dalam satu malam. Kondisi psikologisnya semakin memburuk ketika ia merasa bahwa permintaan maaf dan keadilan tidak kunjung ia dapatkan secara tulus dari pihak otoritas.
Berdasarkan materi ceritanya, dikatakan bahwa Roman yang hancur karena duka mendalam menyalahkan pihak pengatur lalu lintas udara atas kejadian tersebut, sementara proses investigasi birokrasi berjalan lambat dan tidak memberikan jawaban yang memuaskan hatinya.
Di sudut lain, film ini menyoroti kehidupan Jake Bonanos (Scoot McNairy), petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller) yang sedang bertugas saat insiden maut itu terjadi. Meski secara hukum Jake tidak sepenuhnya dinyatakan bersalah karena adanya malfungsi sistem, beban moral yang ia pikul sangatlah berat.
Jake dihantui oleh rasa bersalah yang luar biasa. Hidupnya yang semula tenang bersama anak dan istrinya berubah menjadi keputusasaan.
![Aftermath [IMDb]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/24/33990-aftermath.jpg)
Ia mengalami trauma hebat, kehilangan pekerjaan, hingga keretakan dalam hubungan keluarga. Kedua pria ini, Roman dan Jake, menjadi gambaran dua manusia yang terperangkap dalam duka yang sama, namun berada di posisi yang bertolak belakang.
Seiring berjalannya waktu, Roman tidak bisa menerima begitu saja penjelasan dari perusahaan maskapai. Ia tidak menginginkan uang asuransi. Ia hanya menginginkan pengakuan dan permohonan maaf langsung dari orang yang ia anggap bertanggung jawab atas hilangnya keluarganya.