Di Balik Brutalnya Film Ikatan Darah, Derby Romero Kena Heatstroke hingga Aktor Babak Belur

Sumarni, Tiara Rosana

Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB
Di Balik Brutalnya Film Ikatan Darah, Derby Romero Kena Heatstroke hingga Aktor Babak Belur
Jumpa pers film katan Darah [cr: Poplicist Publicist]
baca 10 detik
  • Iko Uwais dan sutradara Sidharta Tata merilis film aksi Ikatan Darah yang dijadwalkan tayang mulai 30 April 2026.
  • Proses syuting film dilakukan di perkampungan padat guna merepresentasikan realitas sosial Indonesia melalui adegan laga yang brutal.
  • Para pemeran mengalami tantangan fisik berat demi menampilkan koreografi pencak silat berkualitas tinggi tanpa menggunakan pemeran pengganti.

Suara.com - Aktor laga sekaligus produser Iko Uwais, melalui bendera Uwais Pictures, resmi merilis proyek kolaborasi terbarunya bersama sutradara Sidharta Tata bertajuk Ikatan Darah

Mengambil latar perkampungan padat penduduk dengan adegan baku hantam yang brutal, proses syuting film ini nyatanya memakan korban fisik dari para pemainnya. 

Iko Uwais secara terang-terangan memuji etos kerja Sidharta Tata. Menurut suami penyanyi Audy Item tersebut, Tata adalah sosok yang paling tepat untuk mengeksekusi visi brutal Ikatan Darah ke layar lebar.

"Kenapa Mas Tata? Karena yang saya lihat the best sutradara Indonesia cuma Tata," kata Iko Uwais dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 April 2026.

"Chemistry yang kita dapet tuh bukannya yang fake gitu, jadinya tulus, itulah kerja sama seperti ini yang hasil yang tadi teman-teman lihat tadi itu karena dari hati-hati tulus teman-teman semua di sini," sambungnya lagi. 

Tingkat kesulitan tertinggi dalam film ini terletak pada desain lokasinya. Sang sutradara sengaja memilih gang-gang sempit untuk menghadirkan kedekatan visual dengan realitas sosial masyarakat Indonesia. 

Namun, pilihan estetis ini membawa mimpi buruk secara teknis bagi tim koreografi dan kamera.

"Kenapa film ini harus hadir di gang-gang kecil di sebuah kampung, itu karena semata-mata film ini itu adalah wajah dari representasi Indonesia hari ini dengan segala macam kritik sosial yang mau saya bangun," jelas Sidharta Tata. 

"Memecahkan tantangannya seperti apa, membuat sekuens fighting itu sangat sulit sekali apalagi ditambah dengan medan kampung-kampung yang kemudian kita punya dengan gang yang semua gang itu tuh paling maksimal lebarnya cuma dua sampai tiga meter," tambahnya.

baca juga

Untuk mengakali medan ekstrem tersebut, Uwais Pictures menurunkan Yandi Sutisna sebagai operator kamera aksi. 

Berbekal latar belakang sebagai pemeran pengganti (stuntman), Yandi mampu bergerak serasi dengan koreografi para aktor, menciptakan visual perkelahian seolah penonton ikut terkena pukulan.

Derby Romero Kena Heatstroke, Livi Ciananta Tolak Stuntman

Intensitas syuting di lokasi yang sempit dan cuaca terik pesisir Jawa rupanya berdampak langsung pada kondisi fisik para aktor. 

Derby Romero, yang memerankan karakter Bilal, menceritakan pengalaman pahitnya saat harus melakoni adegan kejar-kejaran dan pertarungan berbalut kostum tebal.

"Ada fase di mana gue emang harus lari dua adegan itu setiap hari dengan medan yang naik turun sempit. Di Semarang panas banget. Lagi panas-panasnya, jadi sempat kena heatstroke tiba-tiba. Gara-gara panas banget dan memang udah kental terus pakai hoodie. Hoodie-nya tebal," beber Derby.

Meski babak belur dan kepanasan, aktor 35 tahun ini mengaku bangga bisa terlibat. 

"Ini me-challenge gue untuk keluar dari limit gue sendiri. Semu buat keluarga, makanya gue selalu bilang perspektif gue Bilal itu greenflag," tambahnya sambil berkelakar merespons karakter tragis yang dia perankan.

Di sisi lain, aktris pendatang baru Livi Ciananta yang didapuk sebagai pemeran utama bernama Mega, sukses mencuri perhatian. 

Dia rela membentuk massa ototnya demi peran mantan atlet pencak silat dan menolak menggunakan stuntman untuk sebagian besar adegan pertarungannya.

"Kebetulan untuk seluruh adegan fighting-nya aku kerjakan sendiri. Dan memang untuk ada beberapa adegan yang menurut Mas Tata dan beberapa pertimbangan juga lumayan riskan itu menggunakan peran pengganti. Cuma kalau dibilang skalanya, banyakan aku yang gerakkan sendiri," tegas Livi. 

Dia menambahkan bahwa persiapan intensif selama tiga bulan bersama Uwais Team membuatnya tidak merasakan
kelelahan berarti saat syuting berlangsung.

Tidak hanya mengandalkan adegan fisik, koreografi laga dalam Ikatan Darah didesain untuk menyampaikan narasi. Ismi Melinda yang berperan sebagai Dini menegaskan bahwa setiap pukulan memiliki makna. 

"Setiap pukulan bukan hanya pukulan fisik aja tapi kita juga berantem secara emosional. Kita melihat bahwa menggerakkan suatu koreo itu ternyata bisa memotret kata-kata atau dialog, dan itulah dialog kami yang kita tuangkan lewat film Ikatan Darah di koreo fighting," tutur Ismi.

Antusiasme penonton usai penayangan perdana membuat tim produksi memberi sinyal positif soal kelanjutan film ini, apalagi mengingat adanya foto Iko Uwais di akhir adegan yang memicu rasa penasaran. 

"Jika kalian akan memberitakan film ini sebagai kabar baik dan semua orang akan datang menonton, maka plan ke depannya kita akan membuat sesuatu yang bakal lebih keren dari Ikatan Darah dua," tutup Sidharta Tata memberi kode keras.

Adapun Ikatan Darah merupakan film aksi laga drama yang diproduseri oleh Iko Uwais dan Ryan Santoso (Uwais Pictures) serta disutradarai oleh Sidharta Tata, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 30 April 2026. 

Film ini mengisahkan kehidupan Mega (Livi Ciananta), seorang mantan atlet pencak silat yang terpaksa kembali ke arena pertarungan berdarah demi menyelamatkan kakaknya, Bilal (Derby Romero). 

Bilal diburu oleh komplotan gangster kejam pimpinan Primbon (Teuku Rifnu Wikana) lantaran terjerat masalah utang yang pelik serta kasus pembunuhan. 

Selain menampilkan aksi bela diri pencak silat dengan standar internasional, film yang turut dibintangi oleh Ismi Melinda, Dimas Anggara, Abdurrahman Arif, dan Agra Piliang ini juga kental dengan isu sosial yang relevan di masyarakat, yakni bahaya laten judi online dan pinjaman online yang menghancurkan tatanan sebuah keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Dokumenter Travis Barker Dirilis Tahun Ini, Bahas Perjuangan Lawan Trauma Kecelakaan Pesawat

Film Dokumenter Travis Barker Dirilis Tahun Ini, Bahas Perjuangan Lawan Trauma Kecelakaan Pesawat

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 11:51 WIB

Bangkit dari Trauma, Karina Suwandi Kembali ke Horor Lewat Tumbal Proyek

Bangkit dari Trauma, Karina Suwandi Kembali ke Horor Lewat Tumbal Proyek

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 20:00 WIB

Selain The Legend of Aang: The Last Airbender, Ini 7 Film yang Bocor Sebelum Resmi Dirilis

Selain The Legend of Aang: The Last Airbender, Ini 7 Film yang Bocor Sebelum Resmi Dirilis

Entertainment | Minggu, 26 April 2026 | 19:00 WIB

Joko Anwar Beri Sinyal Garap Film 'Ghost In The Cell' Versi Penjara Perempuan

Joko Anwar Beri Sinyal Garap Film 'Ghost In The Cell' Versi Penjara Perempuan

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 16:33 WIB

Sinopsis Film Clayface, Kisah Villain Gotham City dalam Balutan Body Horor yang Brutal

Sinopsis Film Clayface, Kisah Villain Gotham City dalam Balutan Body Horor yang Brutal

Entertainment | Kamis, 23 April 2026 | 22:00 WIB

Dendam 15 Tahun, Ini Sinopsis Film Korea Missing You yang Penuh Misteri

Dendam 15 Tahun, Ini Sinopsis Film Korea Missing You yang Penuh Misteri

Entertainment | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×