- Film Ip Man: Kung Fu Master yang dibintangi Dennis To akan ditayangkan di Trans TV pada Senin, 27 April 2026.
- Cerita berfokus pada masa muda Ip Man di Foshan saat berkonflik dengan mafia dan menghadapi invasi tentara Jepang.
- Dennis To menampilkan koreografi Wing Chun yang autentik dan tajam, memberikan perspektif baru bagi para penggemar film bela diri.
Suara.com - Dunia sinema bela diri Hong Kong tampaknya belum bisa beranjak dari sosok Ip Man.
Setelah Donnie Yen menutup perjalanannya yang legendaris dalam Ip Man 4: The Finale, para penggemar Wing Chun kembali disuguhi perspektif berbeda melalui film Ip Man: Kungfu Master (2019).
Menariknya, film ini kembali memasang Dennis To sebagai pemeran utama, aktor yang sebelumnya pernah memerankan sosok yang sama dalam The Legend Is Born: Ip Man (2010) dan sempat muncul di film original Ip Man (2008) bersama Donnie Yen dan Simon Yam.
Ip Man: Kungfu Master akan tayang pada Senin (27/4/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Berbeda dengan narasi guru bela diri yang tenang di sekolahnya, Ip Man: Kungfu Master membawa kita ke masa muda sang master saat ia masih menjabat sebagai kapten polisi di Foshan.
![Ip Man: Kung Fu Master yang dibintangi Dennis To akan tayang pada Senin (27/4/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/27/10079-ip-man-kung-fu-master.jpg)
Cerita berfokus pada konflik moral Ip Man ketika ia dituduh membunuh seorang bos mafia dari geng San He Tang yang kejam.
Situasi menjadi rumit ketika putri sang bos mafia menuntut balas dendam, sementara di sisi lain, tentara Jepang mulai menginvasi Foshan.
Ip Man terpaksa menanggalkan seragam polisinya dan menjadi sosok pahlawan bertopeng (secara metaforis dan harfiah dalam beberapa adegan) untuk melawan ketidakadilan serta invasi asing.
Sulit untuk tidak membandingkan performa Dennis To dengan Donnie Yen.
Donnie Yen, didukung oleh aktor watak seperti Simon Yam di film pertama, berhasil membangun standar emas bagi karakter Ip Man sebagai sosok yang stoik namun hangat.
Dennis To, yang secara fisik memiliki kemiripan dengan mendiang Ip Man asli, menawarkan pendekatan yang lebih "fisik".
![Ip Man: Kung Fu Master yang dibintangi Dennis To akan tayang pada Senin (27/4/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/27/75949-ip-man-kung-fu-master.jpg)
Mengingat To adalah atlet wushu nyata, koreografi bela diri dalam film ini terasa sangat tajam dan teknis.
Film ini memang lebih menekankan pada aksi beruntun daripada kedalaman drama sejarah yang kompleks.
Meskipun To tidak memiliki karisma layar sebesar Yen, ia berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah pewaris sah gerakan Wing Chun yang autentik di layar lebar.
Sutradara Liming Li memberikan sentuhan visual yang cukup segar, meski dengan anggaran yang jelas tidak sebesar seri utama milik Wilson Yip.
Pertarungan di ruang sempit dan penggunaan senjata tradisional menjadi nilai jual utama.
Namun, beberapa kritikus internasional mencatat bahwa plotnya terasa agak terburu-buru, terutama dalam transisi dari konflik mafia lokal ke perlawanan terhadap militer Jepang.
Daya tarik utama film ini adalah bagaimana ia mencoba mengeksplorasi sisi "vigilante" dari Ip Man yang jarang diangkat.
Ini adalah upaya berani untuk memberikan warna baru pada karakter yang sudah sangat sering difilmkan.
Ip Man: Kungfu Master mungkin bukan mahakarya dramatis seperti film tahun 2008 yang dibintangi Donnie Yen dan Simon Yam, namun ia tetap berdiri kokoh sebagai film aksi bela diri yang solid.
Bagi penikmat murni koreografi Wing Chun, Dennis To memberikan performa yang sangat memuaskan.
Film ini adalah pengingat bahwa legenda Ip Man memiliki banyak sisi yang masih bisa digali, asalkan penonton bisa melepaskan sejenak ekspektasi terhadap versi Donnie Yen yang sudah terlanjur melekat.