Suara.com - Irfan Hakim mengungkapkan duka citanya atas kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur melalui Instagram.
Dalam unggahannya, Irfan membagikan video suasana di sekitar lokasi kecelakaan KRL dari sang gardener alias tukang kebun.
"Dapat video dari gardener gue, Kang Kur. Katanya 'terjebak macet di penyeberangan rel kereta Bekasi saat perjalanan pulang semalam'," tulis Irfan dalam videonya.
"Ternyata inilah yang terjadi," imbuhnya.
Suasana mencekam dengan sirine ambulans bersahutan juga dibagikan Irfan Hakim melalui unggahannya pada Selasa, 28 April 2026.
"Duka mendalam untuk korban kecelakaan KRL & KAI di Bekasi Timur. Teriring doa bagi semua, terutama perempuan yang turut menjadi korban," terang Irfan setelah membagikan video selanjutnya dari Basarnas.
"Semoga semua yang terdampak segera pulih terkhusus untuk perempuan yang ada di gerbong perempuan," tambahnya di caption.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan Hakim tak lupa berterima kasih kepada sang gardener yang sigap memberikan info dan berbagi kondisinya saat ini.
"Alhamdulillah kang Kur gak apa-apa ya guys, karena memang kebetulan hanya lewat saja akses jalan pulang ke rumah," tutupnya.
Sebagai informasi, Kurnia gardener Irfan Hakim yang akrab disapa Kang Kur membuka jasa membuat kebun sayur di rumah.
Pemilik akun Instagram @kur.yusuptiana tersebut sudah bekerja untuk Irfan Hakim sejak 2018.
![Karyawan Alice Norin jadi korban kecelakaan kereta di Bekasi. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/04/28/11079-karyawan-alice-norin-jadi-korban-kecelakaan-kereta-di-bekasi-instagram.jpg)
Selain karyawan Irfan Hakim, Alice Norin membagikan cerita yang hampir serupa.
Melalui Instagram Story, Alice Norin mengungkap bahwa karyawannya menjadi salah satu korban kecelakaan KRL Bekasi.
"Dalam semalam, dapat berita 2 teamku ngalamin kecelakaan; yang satu jadi korban di KRL Bekasi dan satunya lagi tabrakan ojol," ungkap Alice Norin.
Chat WhatsApp grup karyawan Alice Norin pun dibagikan. Karyawannya yang bernama Shofi diceritakan terlempar keluar saat keretanya tergencet.
"Keduanya Alhamdulillah nggak ada patah, tapi masih dalam proses observasi dan pemulihan. Minta doanya ya teman-teman," pungkasnya.
Hingga Selasa malam, korban meninggal dalam kecelakaan KRL di Bekasi Timur mencapai 15 jiwa.
Nama-namanya telah dirilis. Semua korban berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 19 tahun hingga 52 tahun.
Sebagai informasi, kecelakaan berawal dari sebuah taksi listrik tertemper KRL karena berada di tengah perlintasan kereta.
Taksi listrik tersebut tertemper KRL Commuter Line yang sedang melaju ke arah Jakarta.
Di sisi lain, KRL lain yang sedang menuju arah Cikarang terpaksa berhenti darurat karena insiden itu.
Nahas, KRL yang berhenti darurat ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang, membentur keras gerbong khusus perempuan.
Kontributor : Neressa Prahastiwi