Film Pesta Babi Tentang Apa? Pemutarannya Dibubarkan Kampus Unram Bikin Mahasiswa Geram

Yazir F, Rena Pangesti

Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:44 WIB
Film Pesta Babi Tentang Apa? Pemutarannya Dibubarkan Kampus Unram Bikin Mahasiswa Geram
Pemutaran film dokumenter Pesta Babi dibubarkan Kampus Unram [YouTube/Indonesia Baru]
baca 10 detik
  • Pihak Rektorat Unram membubarkan paksa pemutaran film Pesta Babi dengan alasan kontennya dianggap mendiskreditkan pemerintah dan mengganggu kondusivitas kampus.
  • Mahasiswa mengecam tindakan tersebut sebagai sikap anti-demokrasi dan tetap melanjutkan pemutaran film di lokasi alternatif di luar lingkungan kampus.
  • Pesta Babi merupakan dokumenter kritis yang memotret perlawanan masyarakat adat Papua terhadap deforestasi, ekspansi agribisnis tebu, serta dugaan keterlibatan aparat dalam perampasan tanah ulayat.

Suara.com - Kericuhan pecah di lingkungan Universitas Mataram (Unram) saat acara pemutaran film dokumenter bertajuk "Pesta Babi" garapan Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Birokrat kampus menghentikan acara tersebut pada Kamis, 7 Mei 2026.

Sejumlah petugas keamanan kampus dikerahkan untuk menutup layar secara paksa. Perangkat teknis seperti laptop dan proyektor berada di bawah pengawasan ketat pihak rektorat.

Bahkan ada penonton yang menyaksikan ada personel TNI dan kepolisian yang ikut memantau.

Wakil Rektor III Unram, Sujita, hadir langsung di lokasi untuk memberikan teguran keras kepada para mahasiswa yang bersikeras melakukan pemutaran.

"Tidak ada alasan, pokoknya tidak boleh menonton," ujarnya di hadapan mahasiswa.

Sujita beralasan, materi yang disajikan dalam film tersebut tidak layak dikonsumsi civitas akademika di lingkungan kampus Unram.

"Isinya mendiskreditkan pemerintah RI. Saya sudah nonton. Terserah pandangan Anda, yang jelas isinya menghina negara saya," ujarnya menambahkan alasan pelarangan tersebut.

Pihak rektorat berdalih bahwa keputusan ini diambil murni untuk menjaga stabilitas dan keamanan di dalam area pendidikan agar tetap kondusif.

"Tidak ada tekanan, saya hanya menjalankan perintah," katanya.

baca juga

Namun, saat didesak mengenai pihak yang memberi perintah, ia enggan menjelaskan lebih lanjut.

"Unram menolak demi kondusivitas. Film ini kurang baik untuk ditonton. Lebih baik kita nonton bareng sepak bola," kata dia sembari memberikan saran kepada para peserta.

Keputusan sepihak ini sontak memicu amarah ratusan mahasiswa yang hadir, hingga teriakan "Unram Anti-Demokrasi" menggema di sepanjang halaman kampus.

Meski ditekan habis-habisan, mahasiswa tidak menyerah. Mereka memindahkan lokasi pemutaran ke sebuah kafe yang berjarak 50 meter dari gerbang universitas.

Lantas, apa yang diangkat film Pesta Babi sampai pemutarannya dilarang keras oleh kampus Unram?

Pesta Babi memotret garis depan perlawanan warga lokal di Papua Selatan dalam melawan gelombang ekspansi agribisnis yang merambah tanah leluhur mereka.

Ada beberapa poin yang tersaji dalam film ini. Pertama, film ini secara visual mengungkap kerusakan masif hutan di Papua Barat yang dikonversi menjadi perkebunan tebu skala industri demi ambisi produksi bioetanol.

Kedua, film ini menelusuri jejak perjuangan komunitas di selatan Papua dalam menjaga sungai tetap jernih dan hutan tetap utuh, sebagai bentuk pertahanan terhadap proyek raksasa yang merampas ruang hidup mereka.

Dandhy Laksono usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. (Tangkapan layar Youtube/Iman D Nugroho)
Dandhy Laksono usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. (Tangkapan layar Youtube/Iman D Nugroho)

Ketiga, film ini memaparkan kenyataan pahit bahwa kerusakan lingkungan di Papua berjalan beriringan dengan represi terhadap hak asasi manusia.

Keempat, Pesta Babi menyoroti bagaimana kekuatan aparat kerap digunakan untuk mengawal dan mengamankan investasi agribisnis, sering kali dengan mengesampingkan suara pemilik tanah ulayat.

Kelima, judul Pesta Babi diangkat bukan sekadar sebagai ritual budaya, melainkan manifestasi kemarahan, solidaritas, dan pernyataan sikap masyarakat adat atas ketidakadilan yang mereka alami.

Hingga saat ini, karya audiovisual tersebut telah diputar di lebih dari 500 lokasi di Indonesia, termasuk kampus, sekolah, hingga kantor Komnas HAM.

Aksi pembubaran di Unram ini menambah daftar panjang represi terhadap film tersebut setelah sebelumnya insiden serupa terjadi di Universitas Pendidikan Mandalika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Belajar Mencintai Alam dari Film David Attenborough: A Life on Our Planet

Belajar Mencintai Alam dari Film David Attenborough: A Life on Our Planet

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 12:21 WIB

Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?

Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:05 WIB

Pencarian Identitas yang Menyayat Hati: Mengapa Abandoned di Disney+ Lebih dari Sekadar Dokumenter

Pencarian Identitas yang Menyayat Hati: Mengapa Abandoned di Disney+ Lebih dari Sekadar Dokumenter

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:46 WIB

Resensi Film Dokumenter Syekh Yusuf: Ziarah Panjang Sang Sufi

Resensi Film Dokumenter Syekh Yusuf: Ziarah Panjang Sang Sufi

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 12:13 WIB

Dokumenter Rachel Nickell: Skandal Salah Tangkap Paling Kontroversial di Inggris, Baru di Netflix

Dokumenter Rachel Nickell: Skandal Salah Tangkap Paling Kontroversial di Inggris, Baru di Netflix

Entertainment | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB

Yasinta Moiwen Protes Tak Tahu Masuk Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Angkat Bicara

Yasinta Moiwen Protes Tak Tahu Masuk Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Angkat Bicara

Entertainment | Senin, 25 Mei 2026 | 18:35 WIB

Viral! Mama Papua Kecewa, Suara dan Wajahnya Dipakai Tanpa Izin di Film Pesta Babi

Viral! Mama Papua Kecewa, Suara dan Wajahnya Dipakai Tanpa Izin di Film Pesta Babi

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Peran Strategis Operator Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi Dapodik

Peran Strategis Operator Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul Tekankan Akurasi Dapodik

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:16 WIB

MaxDecal Luncurkan Teknologi Wrap Terbaru di IMX 2026 Tampilkan Honda NSX Silver

MaxDecal Luncurkan Teknologi Wrap Terbaru di IMX 2026 Tampilkan Honda NSX Silver

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

491 Daerah Tak Mampu Tutup Belanja Pegawai Pakai PAD, Ketergantungan ke Pusat Terungkap

491 Daerah Tak Mampu Tutup Belanja Pegawai Pakai PAD, Ketergantungan ke Pusat Terungkap

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:07 WIB

4 Shio yang Dikenal Suka Berbohong untuk Menjaga Citra dan Keuntungan Pribadi

4 Shio yang Dikenal Suka Berbohong untuk Menjaga Citra dan Keuntungan Pribadi

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Jeda dari Performative Happiness: Tersenyum di Medsos, Lelah di Dunia Nyata

Jeda dari Performative Happiness: Tersenyum di Medsos, Lelah di Dunia Nyata

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Lumiland Sulap Taman Dadaha Jadi Wisata Cahaya

Lumiland Sulap Taman Dadaha Jadi Wisata Cahaya

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:00 WIB

20 Kode Redeem FF Terbaru 10 Oktober 2026, Sikat Skin dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Terbaru 10 Oktober 2026, Sikat Skin dan Diamond Gratis

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Pakar Tegaskan Konsekuensi Putusan MK Bukan Mendiskualifikasi, tapi Gibran Terdiskualifikasi

Pakar Tegaskan Konsekuensi Putusan MK Bukan Mendiskualifikasi, tapi Gibran Terdiskualifikasi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44 WIB

×