- Teater Musikal Sayap Cinta Habibie & Ainun sukses digelar di Teater Ismail Marzuki pada 8 Mei 2026.
- Pertunjukan menampilkan perjalanan hidup Habibie dan Ainun yang diperankan oleh Mikail Edwin Rizki serta Dhea Seto.
- Kisah tersebut menyoroti dukungan setia Ainun terhadap keputusan Habibie untuk kembali ke Indonesia demi mengabdi negara.
Suara.com - Teater Musikal Sayap Cinta Habibie & Ainun sukses digelar di Teater Ismail Marzuki (TIM) pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kesuksesan ini ditandai dengan penuhnya kursi lantai atas dan bawah teater besar TIM.
Cerita dimulai dari monolog Mikail Edwin Rizki sebagai Rudy Habibie. Ia menceritakan perjalanan remaja sang mantan presiden hingga kehidupan di rumah.
Hadir Maudy Koesnaedi sebagai ibu, Tuti Marini Puspowardojo, sosok yang dipanggil 'Mami' oleh Habibie.
Ya, dari panggilannya, kita tahu Habibie bukan dari kalangan orang pas-pasan.
![Pagelaran teater musikal Sayap Cinta Habibie Ainun di Taman Ismail Marzuki, Jumat, 8 Mei 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/47246-pagelaran-teater-musikal-sayap-cinta-habibie-ainun.jpg)
Ayahnya berprofesi sebagai ahli pertanian yang berasal dari etnis Bugis-Gorontalo dan ibunya merupakan ningrat Yogyakarta.
Ini menjadi informasi menarik bagi penonton yang mungkin baru mengetahui latar belakang seorang Habibie.
Sebab saya sebagai penonton pun auto Googling soal latar belakang Habibie dari panggilannya ke sang ibu.
Hal yang menarik perhatian dan menjadi pembeda dalam teater musikal ini, penonton juga melihat penampilan langka Maudy Koesnaedi bernyanyi.
Dalam lantunan lagu, Maudy Koesnaedi yang berperan sebagai ibu Habibie, memberikan pesan bijak buat sang putra.
![Pagelaran teater musikal Sayap Cinta Habibie Ainun di Taman Ismail Marzuki, Jumat, 8 Mei 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/19422-pagelaran-teater-musikal-sayap-cinta-habibie-ainun.jpg)
"Tidak ada perjuangan yang sia-sia jika kau bertahan hidup. Jika dunia terasa terlalu berat. Mami di sini menemanimu," ucap Maudy dalam lantunan nyanyiannya.
Perjalanan Habibie berlanjut saat ia silaturahmi dengan keluarga Ainun. Diceritakan, tepat di malam takbiran tahun 1962, lelaki tersebut datang.
Panggilan 'gula Jawa menjadi gula pasir', ucapan ikonik Habibie yang ada dalam film pun, hadir dalam panggung teater.
Sosok yang menjadi Ainun adalah Dhea Seto, putri dari Ka Seto.
Sama seperti Maudy Koesnaedi, Dhea Seto pun bernyanyi serta menari. Hal yang juga dilakukan Mikail Edwin Rizki sebagai Habibie.