- Ahmad Dhani pasang badan membela Shafeea dari perundungan netizen dengan melabeli para penghujat sebagai kelompok "Deterjen 78" yang tidak beradab.
- Dhani merinci sembilan karakteristik pembenci putrinya, mulai dari sebutan dungu, anti-fakta, hingga tuduhan sebagai pelacur konten yang bisa dibayar.
- Perundungan terhadap Shafeea merupakan imbas dari sikap Dhani yang kembali mengungkit konflik masa lalu dengan Maia Estianty di media sosial.
Suara.com - Usai akun Instagram-nya kembali ke tangannya sendiri, Ahmad Dhani kembali membuat pernyataan kontroversial.
Kali ini, pentolan Dewa 19 ini pasang badan membela sang putri, Shafeea Ahmad, yang belakangan ikut menjadi sasaran perundungan imbas memanasnya kembali konflik masa lalu dirinya dengan mantan istri, Maia Estianty.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan berbagai pernyataan Dhani yang mengungkit perceraiannya belasan tahun silam.
Buntut dari kehebohan tersebut, sejumlah warganet justru menyerang Shafeea yang masih di bawah umur.
Tak terima putrinya diserang, suami Mulan Jameela ini mengunggah potret Shafeea di pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju.
Melalui kolom caption, Dhani blak-blakan melabeli warganet yang menghujat putrinya dengan sebutan "Deterjen 78".
"Aku jelaskan kepada Feea bahwa di DUNIA MAYA itu ada yang kusebut dengan DETERJEN 78. Mereka bukan NETIJEN yang NORMAL apalagi CERDAS," tulis Ahmad Dhani dalam unggahanny, Senin, 11 Mei 2026.
Musisi asal Surabaya ini kemudian merinci sembilan karakteristik oknum yang menyerang keluarganya.
Dia menilai mereka tidak berpendidikan karena tega menyerang anak di bawah umur, sebuah tindakan yang dia cap "biadab". Dhani juga menyoroti kebiasaan mereka menyebarkan kebohongan.
"Sukanya ngebuzz berita hoax. Bikin berita hoax (bajingan tengik). Komennya enggak nyambung dan bahasanya tidak beradab," lanjutnya.
Lebih jauh, Dhani menyebut kelompok ini buta hukum ITE dan miskin logika.
"Komennya DUNGU (tidak ada hubungan antara reasoning dan FAKTA). ANTI kepada FAKTA, suka NARASI yang disukai saja," tegas Dhani.
Puncak kekesalannya ditumpahkan pada poin terakhir, di mana dia menuding para pembenci tersebut sebagai "PELACUR KONTEN (bisa dibayar)".
![Ahmad Dhani jelang menjenguk Alyssa Daguise dan cucu pertamanya di RS JWCC Asih, Jakarta Selatan pada Minggu, 10 Mei 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/97741-ahmad-dhani.jpg)
Menutup unggahannya, Dhani meminta sang putri agar bersabar dan memaklumi kondisi masyarakat di dunia maya.
"Maka dari itu kita harus maklum hidup di negara ke 60 dari 61 soal LITERASI," imbuhnya.