- Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran Rp4,14 miliar untuk pengadaan bingkai foto serta atribut kenegaraan program Sekolah Rakyat selama 2025–2026.
- Harga satuan produk tersebut mencapai Rp529 ribu untuk bingkai foto dan Rp345 ribu untuk lambang Garuda di setiap kelas.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf membenarkan pengadaan tersebut namun menyatakan detail teknis pemilihan vendor menjadi tanggung jawab jajaran pejabat kementeriannya.
Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) RI kembali menjadi sorotan publik.
Pasalnya, instansi tersebut diketahui telah mengalokasikan dana fantastis mencapai Rp4,14 miliar hanya untuk pengadaan bingkai foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta atribut pelengkap lainnya untuk program "Sekolah Rakyat".
Berdasarkan data pengadaan di platform Inaproc, proyek ini dipecah ke dalam empat paket pengadaan yang digulirkan sepanjang 2025 hingga 2026. Angka belanja paling jumbo tercatat pada tahun 2026, yakni menyentuh Rp2,72 miliar.
Jika dibedah lebih dalam, harga satuan yang dipatok dalam katalog perusahaan penjual terbilang cukup tinggi.
Untuk satu unit bingkai foto beserta cetakan fotonya, harga yang dibanderol mencapai Rp529 ribu.
Sementara itu, untuk pengadaan lambang Garuda yang akan disandingkan di ruang kelas, harganya dipatok di angka Rp345 ribu per unit.
Menanggapi polemik yang ramai diperbincangkan di media sosial ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf tidak menampik adanya pengadaan tersebut.
Dia mengakui bahwa program "Sekolah Rakyat" memang memerlukan kelengkapan atribut kenegaraan di setiap ruang kelasnya.
Namun, dia menegaskan bahwa eksekusi teknis terkait pemilihan vendor dan harga sepenuhnya berada di tangan jajarannya.
"Saya membenarkan adanya pengadaan tersebut, namun detail teknis berada di bawah tanggung jawab pejabat pengadaan di kementeriannya," ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul dalam unggahan akun Instagram @infipop.id, Selasa, 12 Mei 2026.
Pengadaan atribut kenegaraan ini memang kerap menjadi agenda rutin setiap pergantian kepemimpinan nasional.
Meski demikian, alokasi anggaran miliaran rupiah di tengah program prioritas pengentasan kemiskinan menjadi sorotan tajam masyarakat mengenai skala prioritas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai total volume unit yang dibeli untuk seluruh ruang kelas di bawah naungan program Sekolah Rakyat tersebut, yang kiranya dapat menjelaskan mengapa total biaya yang dikeluarkan mencapai angka Rp4,14 miliar.