- Anggota juri LCC MPR RI 2026, Indri Wahyuni, memicu kemarahan publik akibat unggahan media sosial yang kontroversial.
- Indri secara agresif membela keputusan penilaian subjektifnya dan menunjukkan sikap arogan terkait harta kekayaan pribadinya.
- Publik mendesak MPR RI segera melakukan evaluasi terhadap dewan juri terkait dugaan ketidakadilan dalam kompetisi nasional tersebut.
Suara.com - Kontroversi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 kian memanas. Indri Wahyuni, salah satu anggota dewan juri yang sebelumnya menuai kecaman karena alasan penilaian "artikulasi" yang dianggap subjektif, kini kembali memicu kemarahan publik.
Hal ini terjadi setelah tangkapan layar unggahan WhatsApp Story diduga miliknnya beredar luas di media sosial.
Alih-alih memberikan klarifikasi yang menenangkan, Indri justru diduga membela diri secara agresif.
Dalam unggahannya, dia bersikeras bahwa tim yang dia menangkan sudah benar dan menuding publik sebagai pihak yang tidak adil.
"Mereka layak menang dan mendapat penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam permainan ini. Fokus pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan bagi yang lain adalah bagian dari ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang," tulis Indri Wahyuni dalam unggahannya menggunakan Bahasa Inggris.
Tak berhenti di situ, dia juga melontarkan sindiran yang dinilai arogan dengan menyinggung LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) miliknya. Indri seolah menantang balik pihak-pihak yang mengkritik integritasnya.
"Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya, supaya LHKPN gue yang tersebar makin bikin shock banyak orang. Hayoo yang iri makin panas, ngeledekin gue nggak akan bikin gue jatuh. At the end, u will always have me kata misua," katanya lagi.
Sikap ini memicu protes baru. Publik menilai sangat tidak etis bagi seorang pejabat yang bertindak sebagai juri kompetisi nasional menunjukkan arogansi di ruang publik.
Apalagi, Indri adalah sosok yang sebelumnya bersikukuh bahwa pengurangan nilai peserta dilakukan karena alasan teknis artikulasi, bukan substansi jawaban.
Kini, desakan agar MPR RI segera melakukan evaluasi terhadap panitia dan dewan juri LCC 2026 semakin menguat.
Publik menuntut pertanggungjawaban atas perlakuan tidak adil yang diterima peserta, serta sikap para pejabat penyelenggara yang dianggap jauh dari nilai-nilai luhur Empat Pilar yang mereka sosialisasikan sendiri.
Hingga saat ini, pihak terkait belum memberikan respons resmi atas sikap Indri Wahyuni yang telanjur viral.