- Insiden LCC Kalbar disebut sebagai rekonstruksi adegan film Laskar Pelangi, namun dengan juri dunia nyata yang dinilai tidak memiliki jiwa kesatria.
- Publik menyoroti perbedaan nasib yang drastis, di mana satu tim mendapat pengurangan poin sementara tim lain mendapat nilai meski memberikan jawaban yang sama.
- Berbeda dengan juri di film yang berani mengakui kekeliruan, juri LCC MPR dikritik karena lebih memilih menyalahkan artikulasi peserta daripada mengakui kesalahan pendengaran.
Ironi memuncak ketika pertanyaan yang sama dilempar kembali. Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang secara substansi identik dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Regu C. Ajaibnya, kali ini juri menyatakan jawaban tersebut benar dan menghadiahi Regu B dengan nilai 10.
Sontak, peserta dari Regu C, Josepha Alexandra, melayangkan protes keras. Namun, juri tetap bersikukuh pada keputusannya dengan dalih artikulasi peserta tidak jelas.