- Sammy Simorangkir merayakan 20 tahun karier musiknya melalui konser spektakuler di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 13 Mei 2026.
- Konser yang dipromotori Enjoy Live Experience dan We Offer Wonders ini sukses menghibur ribuan penonton selama 2,5 jam.
- Acara menampilkan kolaborasi istimewa dengan grup Kerispatih serta momen emosional persembahan lagu untuk mendiang ayah sang penyanyi.
Suara.com - Sammy Simorangkir kembali membuktikan dirinya adalah salah satu solois terbaik di Indonesia.
Melalui konser bertajuk "BNI Presents 20SSS: 20 Tahun Suara Sammy Simorangkir", Sammy berhasil menghibur penggemarnya selama 2,5 jam.
Konser digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat pada 13 Mei 2026 merupakan persembahan eks vokalis Kerispatih itu berkarier selama 20 tahun di dunia musik.
Konser spektakuler ini dihadirkan oleh dua promotor sekaligus yaitu Enjoy Live Experience dan We Offer Wonders.
Mengenakan busana serba putih, Sammy membuka panggung dengan lagu "Cinta Putih".
Aransemen orkestra yang megah langsung menyulap suasana arena menjadi syahdu, memicu histeria ribuan penggemar yang memenuhi tribun hingga area festival.
Tak membiarkan energi penonton turun, Sammy membawakan deretan hits solonya seperti "Sedang Apa dan di Mana", "Luka yang Luas", hingga "Kau Harus Bahagia".
Kejutan pertama muncul saat ia membawakan medley lagu-lagu legendaris milik mendiang Chrisye.
Kemudian disusul dengan pengumuman spesial: Sammy secara resmi mengemas ulang lagu "Setia" karya Pongki Barata, yang malam itu dinyanyikan secara perdana di hadapan publik.
Puncak emosi malam itu pecah saat Sammy membawakan lagu baru yang belum dirilis berjudul "Rumah Tak Lagi Sama".
Lagu ini merupakan persembahan khusus untuk mendiang ayahnya, Doli Natalup Simorangkir.
![Sammy Simorangkir menggelar konser tunggal di Tennis Indoor Senayan pada 13 Mei 2026. Sammy memberi kejutan dengan mengundang band Kerispatih ke atas panggung. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/17/23577-sammy-simorangkir.jpg)
Suasana Tennis Indoor yang semula riuh mendadak hening saat foto-foto sang ayah ditampilkan di layar raksasa, diiringi rekaman pesan suara yang diputar di tengah lagu.
Sammy tak kuasa menahan air mata, membuat ribuan penonton ikut terhanyut dalam suasana duka yang puitis.
Momen ini menjadi titik paling sakral dalam konser tersebut, mengubah arena menjadi ruang doa bersama yang penuh makna.
Setelah momen haru, Sammy membawa penonton kembali ke akar sejarahnya.