- Karena lokasi asli Gonjiam sudah rata dengan tanah, tim produksi mencari rumah sakit lain dan membentuknya menjadi Yeongwon Hospital.
- Selama proses syuting, sutradara Anggy Umbara melibatkan dukun asli Korea (shaman) untuk melakukan ritual izin agar tidak diganggu makhluk halus.
- Perjalanan menuju tempat dukun tersebut digambarkan cukup mencekam karena harus melewati hutan dan area pekuburan di pinggir jalan.
Suara.com - Film horor 402: Rumah Sakit Angker Korea, yang merupakan adaptasi horor legendaris Korea Gonjiam Haunted Asylum siap tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026
Film ini berkisah tentang penelusuran beberapa orang yang datang ke rumah sakit tua. Mereka mendokumentasikan petualangan tersebut melalui kamera.
Penulis skenario Lele Laila menjelaskan, tim produksi awalnya mencari lokasi asli untuk dijadikan lokasi syuting. Namun tempat tersebut sudah rata dengan tanah.
"Akhirnya kita cari tahu lagi, ada nggak ya rumah sakit lain yang bisa kita kulik. Sampai akhirnya kemudian menemukanlah dan membentuklah si Yeongwon Hospital ini," kata Lele Laila dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Mei 2026.
Hal yang paling menarik perhatian adalah prosedur perizinan atau "kulo nuwun" yang dilakukan tim produksi selama syuting di lokasi angker tersebut.
Sutradara Anggy Umbara mengaku melibatkan dukun Korea untuk kelancaran syuting di sana. Dalam tradisi Korea, tokoh spiritual kepercayaan dikenal dengan nama shaman.
"Itu kebetulan pas kita syuting itu shaman (dukun) beneran ada," kata Anggy Umbara menceritakan suasana di lokasi syuting.
Namun ada tantangan tersendiri saat Anggy dan tim hendak menemui sang dukun. Mereka harus melewati hutan dan makam-makam.
![Lele Laila (Penulis naskah), Anggy Umbara (sutradara), Lea Ciarachel, Elang El Gibran, Arbani Yasiz, Saputra Kori dan Diandra Agatha, pemain film 402: Rumah Sakit Angker Korea ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Mei 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/86517-pemain-dan-kru-film-402-rumah-sakit-angker-korea.jpg)
Kepada sang dukung, tim produksi minta tolong melakukan ritual agar syuting berjalan lancar.
"Ya kita bilangin kalau mau syuting sini, bilangin dong yang jangan diganggu-ganggu kalau ada yang aneh-aneh gitu macam-macam gitu," kata Anggy Umbara.
"Akhirnya ya mereka blessing in their ways gitu lah dengan bahasa cara mereka gitu kan," ujarnya lagi.