- Ibu Fedi Nuril, Gusmawati meninggal dunia akibat gangguan paru-paru dan dimakamkan di TPU Karet Bivak.
- Almarhumah meninggal dunia di rumah setelah tersedak air putih saat minum obat, yang kemudian memicu fase sakaratul maut.
- Sebelum wafat, almarhumah sempat merintih meminta pertolongan Allah karena menahan sakit, lalu dibimbing membaca lafaz Allah oleh anak sulungnya, Nanda Nuril.
Suara.com - Ibu Fedi Nuril, Gusmawati meninggal dunia pada Selasa, 19 Mei 2026. Almarhumah kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan.
Di pemakaman, Fedi Nuril yang didampingi istrinya, Calysta Vanny Widyasasti, terlihat tak kuasa menahan tangis.
Karena itu, Fedi tak sanggup bertemu awak media untuk diwawancara. Ia hanya diwakili kakaknya, Nanda Nuril.
Nanda Nuril mengatakan, kondisi kesehatan sang ibu sudah mengalami penurunan sejak lama. Selain faktor usia, almarhumah juga mengalami gangguan paru-paru.
![Fedi Nuril di pemakaman sang ibu di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Rabu, 20 Mei 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/20/69629-fedi-nuril-di-pemakaman-sang-ibu-di-tpu-karet-bivak.jpg)
Karena gangguan pada sistem pernapasan, dokter menyarankan agar almarhumah lebih banyak mengonsumsi susu dibandingkan dengan meminum air putih biasa.
"Karena kalau minum air putih, riskan masuk ke saluran pernapasan," jelas kata Nanda usai pemakaman pada Rabu, 20 Mei 2026.
Namun, Gusmawati yang memiliki latar belakang sebagai apoteker dikenal sangat disiplin dan selalu bersikeras meminum obat-obatannya menggunakan air putih.
Di hari ia wafat, Gusmawati tersedak air putih. Ia memanggil Nanda dengan cara menepuk tangan.
"Tolongin mama dong, kesedak air putih," tutur Nanda menirukan permintaan sang ibu.
Nanda Nuril kemudian memberikan oksigen. Walau sempat membaik, tapi sang ibu tetap merasakan sakit.
"Nanda, tolongin mama, kayak in pain banget, sebelumnya enggak pernah," kata Nanda yang mengingat ucapan ibunya.
Almarhumah bahkan sampai meminta tolong kepada Allah. "(Kata ibu) 'Ya Allah, tolong hamba-Mu. Ya Allah, tolong hamba-Mu' gitu. Sedih sih kalau aku inget ya," katanya.
Nanda Nuril kemudian berniat membawa sang ibu ke rumah sakit. Ia menghubungi Fedi Nuril untuk datang ke rumah.
Tapi sepertinya, tindakan itu tak sempat dilakukan.
![Fedi Nuril di pemakaman sang ibu di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Rabu, 20 Mei 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/20/60125-fedi-nuril-di-pemakaman-sang-ibu-di-tpu-karet-bivak.jpg)
Nanda Nuril merasa, ibunya seperti mengalami fase sakaratul maut. Ia kemudian membimbing dengan lafaz Allah.