- Serial Fear City di Netflix mengungkap strategi intelijen tingkat tinggi FBI dalam menumbangkan lima keluarga mafia terbesar di New York pada era 1970-an hingga 1980-an.
- FBI berhasil membongkar kekuasaan mafia yang dikenal "tak tersentuh" dengan memanfaatkan celah hukum UU RICO dan teknologi penyadapan (wiretapping) revolusioner.
- Dokumenter ini memiliki kredibilitas tinggi karena menghadirkan rekaman suara asli serta wawancara langsung dengan mantan bos mafia, pembunuh bayaran, hingga Jaksa Federal.
Kita bisa mendengar langsung bagaimana para bos mafia merencanakan pembunuhan dan mengatur strategi bisnis ilegal mereka dengan sangat santai, seolah-olah sedang membicarakan menu makan siang.
Kehadiran Tokoh Nyata: Michael Franzese hingga Rudy Giuliani
Salah satu kekuatan utama Fear City yang membuatnya memiliki nilai kredibilitas (EEAT) tinggi adalah kehadiran para pelaku sejarah secara langsung.
Penonton akan melihat wawancara eksklusif dengan Michael Franzese, mantan "Capo" keluarga Colombo yang dijuluki sebagai salah satu penghasil uang terbesar dalam sejarah mafia. Franzese memberikan perspektif dari "dalam" tentang betapa terorganisirnya struktur kekuasaan mereka.
Selain itu, ada pula John Alite, seorang pembunuh bayaran dari keluarga Gambino yang menceritakan sisi brutal dari kehidupan jalanan.
Di sisi hukum, kita melihat peran Rudy Giuliani muda—saat itu menjabat sebagai Jaksa Federal, yang memimpin penuntutan dalam "Mafia Commission Trial" yang bersejarah.
Bahkan, terdapat cuplikan arsip yang menampilkan Donald Trump muda saat ia masih menjadi pengusaha properti di New York. Kehadirannya memberikan konteks betapa eratnya hubungan antara industri konstruksi New York dengan kontrol mafia pada periode tersebut.
Menarik Ditonton
Fear City menawarkan visualisasi yang sangat sinematik. Penggunaan teknik re-enactment (rekonstruksi adegan) dilakukan dengan gaya estetik film-film noir, membuat kita merasa seolah-olah ditarik kembali ke masa lalu.
Dokumenter ini juga relevan sebagai bahan diskusi tentang bagaimana sistem peradilan dan intelijen bekerja.
Ini adalah kisah tentang kesabaran, risiko nyawa para agen yang menyamar, dan bagaimana sebuah kota besar berhasil merebut kembali identitasnya dari tangan kriminalitas terorganisir.
"Ini bukan hanya tentang menangkap penjahat, ini tentang membongkar sebuah sistem yang sudah mendarah daging," tutur salah satu mantan agen FBI dalam film tersebut.
Siapkah kamu melihat sisi lain dari "The Big Apple"? Segera tonton saja langsung di Netflix mumpung masih ada.