Jadi Tersangka Kasus Kematian WN Brunei di Blok M, Begini Kronologi Versi Woodyrman

Sumarni, Rena Pangesti

Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:00 WIB
Jadi Tersangka Kasus Kematian WN Brunei di Blok M, Begini Kronologi Versi Woodyrman
Selebgram woodyrman [Instagram]
baca 10 detik
  • Selebgram Muhammad Irman Ali ditahan Polda Metro Jaya sejak 25 Mei 2026 atas dugaan penganiayaan berujung kematian warga Brunei.
  • Insiden fatal terjadi di Blok M, Jakarta Selatan pada 6 Mei 2026 saat tersangka merasa terintimidasi oleh sekelompok orang.
  • Pihak tersangka menyatakan tindakan tersebut adalah upaya membela diri dan telah berupaya menolong korban ke rumah sakit terdekat.

Suara.com - Selebgram Woodyrman atau Muhammad Irman Ali kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penganiayaan. Ia pun telah ditahan di Polda Metro Jaya sejak 25 Mei 2026 dini hari.

Kini, melalui pengacaranya, Herman, Muhamad Imran Ali memberikan penjelasan terkait insiden yang terjadi di Blok M, Jakarta Selatan pada 6 Mei 2026.

Di mana, ada seorang warga negara Brunei Darussalam, M.H.F yang meninggal dunia usai diduga dipukul Muhammad Imran Ali dengan botol.

Melalui keterangan tertulis, Muhammad Imran Ali, melalui Herman menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya MHF.

"Kami menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya MHF," demikian kata Herman dari informasi yang diterima awak media pada Kamis, 4 Juni 2026.

Mohammad Irman Ali alias Woodyrman tersangka kasus pembunuhan WNA di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada awal Mei lalu. [Instagram]
Mohammad Irman Ali alias Woodyrman tersangka kasus pembunuhan WNA di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada awal Mei lalu. [Instagram]

Pihaknya, tidak berniat membuat keributan apalagi sampai terjadi insiden yang menyebabkan korban jiwa.

"Klien kami tidak pernah memiliki niat mencari masalah atau melakukan kekerasan kepada siapapun. Peristiwa itu terjadi sangat cepat dan dalam situasi yang penuh tekanan juga kepanikan," jelas Herman.

Herman kemudian melanjutkan mengenai kronologi, ia mengatakan Woodyrman tengah menuju hotelnya di kawasan Jakarta Selatan.

Namun tiba di sana, ia dihadang oleh korban dan beberapa rekan di luar hotel. Woodyrman merasa tertekan dan terintimidasi.

baca juga

"Klien kami berada di negeri orang dan suasananya sangat gaduh. Posisi klien kami dalam keadaan panik, terdesak dan tidak berpikir panjang," kata Herman.

Mohammad Irman Ali alias Woodyrman tersangka kasus pembunuhan WNA di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada awal Mei lalu. [Instagram]
Mohammad Irman Ali alias Woodyrman tersangka kasus pembunuhan WNA di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada awal Mei lalu. [Instagram]

Herman menjelaskan, apa yang dilakukan Muhammad Imran Ali adalah bentuk responsif untuk melindungi diri.

"Respons yang terjadi saat itu merupakan refleks spontan untuk melindungi diri," jelasnya.

Selain memberikan penjelasan kronologi, Herman juga membantah kalau kliennya yang merupakan warga negara Brunei Darussalam tersebut mencoba melarikan diri.

"Setelah kejadian, klien kami tidak meninggalkan Korban. MIA (Muhammad Imran Ali) bersama rekan-rekan langsung membawa MHF ke Rumah Sakit Pertamina," ucapnya.

Rumah sakit tersebut merupakan yang paling dekat dari lokasi, agar MHF cepat ditangani pihak medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ivan Gunawan Minta Maaf ke Sara Wijayanto Usai Dikritik karena Sering Potong Pembicaraan di Podcast

Ivan Gunawan Minta Maaf ke Sara Wijayanto Usai Dikritik karena Sering Potong Pembicaraan di Podcast

Entertainment | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:30 WIB

GBK Membara Akhir Pekan Ini: Konser EXO, Raisa, Reality Club hingga PUBG Mobile Digelar Bersamaan

GBK Membara Akhir Pekan Ini: Konser EXO, Raisa, Reality Club hingga PUBG Mobile Digelar Bersamaan

Entertainment | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:05 WIB

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:03 WIB

Clara Shinta Laporkan eks Suami ke Polisi, Tak Terima Disebut Terima Rp13 Miliar

Clara Shinta Laporkan eks Suami ke Polisi, Tak Terima Disebut Terima Rp13 Miliar

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:24 WIB

Ditanya Soal Kemungkinan Jatuh Cinta Lagi, Dee Lestari Beri Jawaban Unik

Ditanya Soal Kemungkinan Jatuh Cinta Lagi, Dee Lestari Beri Jawaban Unik

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:40 WIB

Bunga Zainal Kritik Prabowo Usai Dolar Tembus Rp18 Ribu: Pidato Tak Sesuai Kenyataan

Bunga Zainal Kritik Prabowo Usai Dolar Tembus Rp18 Ribu: Pidato Tak Sesuai Kenyataan

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Siswa Thailand Bawa Pistol Kakek ke Sekolah, Berondong Guru dan Murid Muntahkan 26 Peluru

Siswa Thailand Bawa Pistol Kakek ke Sekolah, Berondong Guru dan Murid Muntahkan 26 Peluru

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:52 WIB

BPJS Tak Hanya untuk Orang Miskin: Mengapa Miskonsepsi Ini Masih Bertahan?

BPJS Tak Hanya untuk Orang Miskin: Mengapa Miskonsepsi Ini Masih Bertahan?

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART

Kompas Abad Kedua: Gus Kikin Ingatkan Konstitusi Tertinggi Milik Nahdlatul Ulama bukan AD/ART

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:49 WIB

Masih Rahasia, Prabowo Godok Banyak Nama Sebelum Kirim Surpres Calon Gubernur BI ke DPR

Masih Rahasia, Prabowo Godok Banyak Nama Sebelum Kirim Surpres Calon Gubernur BI ke DPR

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Apakah Cinta Harus Selalu Dimiliki? Belajar Memahami Manusia Lewat Keindahan Call Me by Your Name

Apakah Cinta Harus Selalu Dimiliki? Belajar Memahami Manusia Lewat Keindahan Call Me by Your Name

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Respons Istana Usai Polisi Tangkap Dua Orang Pengunggah Konten Prabowo Soal Nuklir Iran

Respons Istana Usai Polisi Tangkap Dua Orang Pengunggah Konten Prabowo Soal Nuklir Iran

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS, Ditopang Data Ekonomi dan Banjir Dana Asing

Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS, Ditopang Data Ekonomi dan Banjir Dana Asing

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:41 WIB

Enam Bulan Bersembunyi, Predator Anak di Pesisir Barat Akhirnya Diciduk dalam Mobil Travel

Enam Bulan Bersembunyi, Predator Anak di Pesisir Barat Akhirnya Diciduk dalam Mobil Travel

Lampung | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS

Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan

Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan

Sumbar | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:38 WIB

×