- Awkarin mengeluhkan mahalnya harga seekor ikan lele senilai delapan dolar Australia saat berada di Melbourne pada 7 Juni 2026.
- Unggahan video tersebut memicu reaksi keras warganet yang mengaitkan keluhan ekonomi tersebut dengan pilihan politik Awkarin pada Pemilu 2024.
- Netizen melayangkan kritik sinis karena menganggap terdapat ketidakselarasan antara dukungan politik masa lalu dengan realitas ekonomi yang kini dirasakan.
Suara.com - Influencer Karin Novilda atau yang akrab disapa Awkarin mendadak jadi sorotan publik setelah mengunggah video curhatan pribadinya pada Minggu, 7 Juni 2026.
Dalam video tersebut, dia mengeluhkan tingginya harga makanan saat berada di Melbourne, Australia.
Perempuan 28 tahun tersebut menyoroti harga seekor ikan lele yang mencapai 8 dolar Australia atau setara dengan Rp102 ribu jika dikonversi dengan kurs saat ini.
Sembari menunjukkan sisa makanan di piringnya, dia melabeli menu tersebut sebagai "lele inflasi".
"Lihat, satu lele ini berapa harganya? Rp10 ribu? Tidak. Berapa harganya? 8 dolar. Ini namanya lele inflasi," kata Awkarin dalam videonya.
"Satu lele 8 dollar, tanpa nasi tanpa cabe. Untung di sini masih pakai AUD, belum USD. Gue enggak tahu deh harga lele di Amerika berapa ya? 15 dollar kali satunya. Mau makan apa dia? Makan anj*ng," tambahnya.
Unggahan ini langsung memicu reaksi keras dari warganet. Banyak netizen yang membanjiri kolom komentar dengan nada sinis, terutama mengaitkan keluhan tersebut dengan pilihan politik sang influencer pada Pemilu 2024 lalu.
Seperti diketahui, Awkarin salah satu figur publik yang secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon nomor urut 02 yang kini menjabat sebagai Presiden.
"Wkwkwk kan elu pendukungnya," tulis akun @fit***.
"Lagian lu backing 02, kocak sekarang malah complain," ujar akun @jak***..
Warganet menilai adanya ironi karena Awarin kini merasakan langsung dampak dari kondisi ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah, yang sebelumnya justru didukung oleh sosok pilihan politiknya.
Beberapa komentar bahkan menyebut tindakan Awkarin sebagai upaya "cuci tangan" atas kondisi ekonomi yang kini dikeluhkannya sendiri.
"Yikes, crazy how sekarang dirimu seenaknya cuci tangan after voting 02," tulis akun @cak***.
Awkarin yang dikenal sebagai sosok yang vokal, hingga saat ini belum memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai serangan warganet di kolom komentarnya.
Fenomena ini menambah daftar panjang figur publik yang menjadi sasaran kritik netizen karena dianggap tidak selaras antara pilihan politik masa lalu dengan realitas ekonomi yang dirasakan saat ini.