- Ruben Onsu resmi menghentikan nafkah anak senilai Rp225 juta kepada mantan istrinya, Sarwendah, karena akses bertemu anak dibatasi.
- Keputusan tersebut diambil Ruben setelah ia kesulitan menemui anak-anaknya sesuai kesepakatan hak asuh yang ditetapkan oleh pihak pengadilan.
- Ruben sebelumnya meminta transparansi penggunaan dana nafkah sebagai tanggung jawab sebagai orang tua agar tercatat dengan bukti jelas.
Suara.com - Artis Ruben Onsu membenarkan bahwa dirinya telah menghentikan pemberian nafkah anak yang selama ini diasuh oleh mantan istrinya, Sarwendah. Nilai nafkah yang dihentikan tersebut disebut mencapai Rp225 juta.
Pengakuan itu disampaikan Ruben dalam program Brownis. Dalam kesempatan tersebut, Ruben mengungkapkan bahwa keputusan menghentikan nafkah bukan diambil tanpa alasan.
Ia mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya setelah perpisahan dengan Sarwendah. Bahkan, hingga kini Ruben mengaku masih bingung bagaimana konflik tersebut bisa bermula.
“Gini kalau mengenai keputusan itu kan dari pengadilan sendiri itu kan 4-3 ya kan. Tiga harinya di aku harusnya gitu,” ujar Ruben.
Menurut Ruben, berdasarkan kesepakatan yang ada, dirinya memiliki hak untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak dalam jangka waktu tertentu.
Namun, seiring berjalannya waktu, hak tersebut disebutnya tidak lagi bisa dijalankan sebagaimana mestinya. Ruben mengaku semakin sulit untuk bertemu dengan buah hatinya.
Di sisi lain, Ruben juga tidak membantah bahwa dirinya sempat meminta rincian penggunaan dana nafkah yang diberikan kepada anak-anak.
Ia menjelaskan bahwa permintaan tersebut bukan karena tidak ingin memenuhi kewajibannya, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi.
“Nah, terus katanya dirinci di reimburse ya. Ya memang benar di reimburse, memang benar. Tapi gue berhak untuk nanya ini apa, terus ada ini rinciannya segini, mana rinciannya,” kata Ruben.
Ia menegaskan bahwa permintaan laporan pengeluaran itu dilakukan demi kepentingan bersama, terutama untuk memastikan seluruh kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan baik.
Selain itu, Ruben juga ingin memiliki bukti dan catatan yang jelas mengenai kontribusinya sebagai seorang ayah.
Menurut Ruben, dokumentasi tersebut penting apabila suatu saat anak-anak mempertanyakan perannya selama ini.
Dengan adanya catatan yang lengkap, ia berharap dapat menunjukkan bahwa dirinya tetap menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua.
“Dengan tujuan kan sekarang ini kita sudah sendiri-sendiri. Sehingga kalau nanti suatu saat anak gue bertanya, ayah enggak pernah gini, ayah enggak pernah gini, loh enggak kok, ayah ada ini. Ada buktinya,” ungkap Ruben.
Ia menambahkan bahwa yang diharapkannya hanyalah kerja sama yang baik antara kedua belah pihak demi kepentingan anak-anak.