-
Betrand Peto mengaku sedih dan menangis setelah melihat video viral yang diduga menyindir Ruben Onsu.
-
Ia menegaskan bahwa Ruben Onsu tidak seperti tuduhan yang beredar di publik.
-
Betrand memberikan dukungan penuh kepada Ruben dan berjanji akan melewati masalah tersebut bersama.
Suara.com - Betrand Peto ikut memantau perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Sebagai anak angkat pasangan yang pernah menikah ini, penyanyi 21 tahun ini merasakan kesedihan.
Apalagi saat Betrand Peto melihat video Sarwendah yang viral belakangan ini. Di mana ada kata-kata kasar seperti 'cong' dan 'anjing' yang diduga ucapan tersebut tertuju ke Ruben Onsu.
"Kaget, aku kaget. Aku nangis kemarin," ungkap Betrand Peto saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026).
Betrand Peto mencoba memahami situasi Sarwendah. Ia menduga, ibu angkatnya tersebut dalam keadaan emosi.
"Mungkin aku bilang karena emosinya udah nggak kekontrol lagi gitu. Matiin live-nya biar nggak ada yang terjadi kayak gini nih," jelas Betrand memberikan saran.

Terkait dengan ucapan Sarwendah dan memicu perdebatan publik, penyanyi yang akrab disapa Onyo ini memberikan penegasan. Bahwa ayahnya, Ruben Onsu tak seperti ucapan pacar Giorgio Antonio.
"Ayahku bukan anjing, Ayahku bukan bencong," tegas penyanyi asal Nusa Tenggara Timur tersebut.
Baginya, imej kemayu yang terkadang ditampilkan Ruben Onsu di layar kaca hanyalah bagian dari tuntutan pekerjaan.
Betrand menegaskan bahwa karakter tersebut sengaja dibentuk hanya untuk memberikan hiburan yang segar bagi para penonton di seluruh Indonesia.
"Semua orang tuh udah tahu karakter Ayah kalau di dunia entertain tuh kayak gimana," tambahnya untuk menjelaskan sisi lain dari seorang Ruben Onsu.
"Apalagi kalau dia lagi melucu, kadang pakai piring, pakai celana pendek yang warna pink semua. Ya itu karakternya dia kalau menghibur orang," imbuhnya menjabarkan.
Lebih lanjut, Onyo sapaannya meyakini bahwa tabiat asli Sarwendah sebenarnya sangat baik. Namun bisa berubah drastis karena pengaruh lingkungan yang kurang tepat.
Ia mengisyaratkan bahwa lingkungan pergaulan memiliki andil besar dalam membentuk cara seseorang berbicara dan berperilaku di hadapan publik.
"Kalau kita punya lingkungan yang baik, ya, kalau kita punya circle yang baik, kita nggak akan jadi orang yang jahat," ucapnya lirih menganalisis situasi.
Sebagai bentuk kasih sayang, Betrand langsung mengirimkan pesan penguat kepada sang ayah, Ruben Onsu. Ia berjanji akan selalu setia berdiri di samping Ruben Onsu untuk menghadapi setiap badai rumah tangga yang melanda keluarga mereka.
"Ya, semangat. Ayah punya aku juga. Kita lewatin ini bareng-bareng," pungkas Betrand Peto.