- Ibunda presenter Vega Darwanti, RA Dian Arunda Dewanthy, meninggal dunia akibat komplikasi hipertensi dan diabetes di Jakarta, Senin (13/7/2026).
- Vega bersama saudara merawat ibunya secara mandiri di rumah selama dua bulan terakhir sebagai wujud bakti kasih sayang.
- Keluarga berkomitmen mewujudkan keinginan almarhumah untuk menyumbangkan satu unit ambulans sebagai bentuk amal jariyah setelah kepergian beliau.
Suara.com - Duka masih menyelimuti keluarga presenter dan komedian Vega Darwanti.
Di tengah suasana rumah duka di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (13/7/2026), Vega menceritakan bagaimana ia dan kedua saudaranya memilih merawat langsung sang ibunda, RA Dian Arunda Dewanthy, hingga mengembuskan napas terakhir.
Menurut Vega, ibundanya telah berjuang melawan penyakit selama hampir dua bulan. Selama masa itu, mereka sepakat tidak menggunakan jasa perawat untuk pendampingan sehari-hari.
"Mama itu masya Allah banget. Dari kami kecil Mama itu tipikal ibu yang urus anak sendiri, enggak pernah pakai babysitter. Makanya pas Mama sakit, kami anak-anaknya enggak mau panggil perawat," kata Vega kepada awak media
"Kami pengin megang sendiri sebagai bakti terakhir kami. Mulai dari mandiin, suapin, bersihin kotorannya, semua kami yang urus sendiri," ujar Vega menyambung.
Ia menjelaskan, ibundanya memiliki riwayat hipertensi sejak lama. Belakangan, keluarga juga mengetahui bahwa almarhumah mengidap diabetes yang kemudian memicu komplikasi hingga menyerang saraf.
"Mama itu memang punya hipertensi sudah sejak lama. Tapi kemarin itu ketahuan ternyata ada gula (diabetes) juga. Jadi mungkin komplikasi ya, akhirnya lari ke saraf juga," imbuhnya.
Meski tidak menggunakan perawat harian, keluarga tetap meminta bantuan tenaga medis ketika diperlukan, seperti saat pemasangan kateter maupun selang makan (NGT).
Vega juga mengungkap momen terakhir sebelum sang ibu berpulang. Pada Minggu (12/7/2026) malam, ia masih sempat menyiapkan makanan sendiri untuk ibunya.
Namun beberapa jam kemudian, Vega terbangun dari tidur karena mengalami mimpi yang tak biasa.
"Semalam itu jam 7 malam aku masih sempat kasih makan Mama, aku racik sendiri. Terus jam setengah 2 pagi, aku kan tidur di samping Mama, aku kebangun karena ngerasa ada yang nyium aku kenceng banget," ucap Vega.
"Pas aku lihat ke kasur Mama, ternyata Mama sudah enggak ada, sudah kembali kepada Allah," katanya melanjutkan.
Ia mengatakan sang ibu mengembuskan napas terakhir dengan tenang.
"Mama meninggalnya tenang banget, kayak orang tidur aja. Tadi teman-teman yang melayat juga bilang wajah Mama bersih, putih, cantik banget, matanya rapat. Insya Allah khusnul khatimah karena meninggalnya juga di hari Senin," tuturnya.
Di balik kesedihan itu, Vega mengaku masih memiliki satu keinginan sang ibu yang ingin diwujudkan. Semasa hidup, almarhumah bercita-cita menyumbangkan sebuah ambulans sebagai amal jariyah.