- Mikha Tambayong dan Rayi Putra merilis lagu kolaborasi bertajuk Jalan Tengah pada 17 Juli 2026.
- Lagu terbitan MyMusic Records tersebut menceritakan kisah perpisahan secara dewasa akibat perbedaan prinsip.
- Proyek ini mewujudkan impian masa kecil Mikha Tambayong untuk berduet dengan idolanya tersebut.
Suara.com - Apa jadinya jika dua insan saling mencintai, namun menyadari bahwa perbedaan di antara mereka terlalu lebar untuk dijembatani?
Alih-alih terjebak dalam drama atau pertengkaran hebat, Mikha Tambayong dan Rayi Putra memilih untuk "berdamai" dengan kenyataan tersebut melalui kolaborasi terbaru mereka yang bertajuk "Jalan Tengah".
Dirilis di bawah bendera MyMusic Records, "Jalan Tengah" bukan sekadar lagu galau biasa.
Lagu ini memotret sisi lain dari sebuah perpisahan yang jarang tersentuh: sebuah keputusan dewasa untuk melepaskan demi kebaikan bersama.
Bukan Karena Toxic, Tapi Karena Berbeda
![Mikha Tambayong dan Rayi Putra bekolaborasi untuk lagu berjudul "Jalan Tengah". [MyMusic Records]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/08/06/12978-mikha-tambayong-dan-rayi-putra.jpg)
Ditulis oleh kolektif RAW Music (Rayi Putra, Ankadiov, dan Wizzy), lagu ini menyoroti bagaimana perbedaan kecil yang awalnya dianggap sepele bisa menjadi ganjalan besar.
Liriknya yang jujur menggambarkan kontras keseharian, seperti: "Kamu suka cinema, kamu lebih suka baca."
Rayi Putra menyebut karya ini sebagai sebuah mature break-up song.
"Ini adalah lagu tentang perpisahan yang tidak harus dipenuhi amarah atau dendam. Kami ingin menunjukkan bahwa dua orang bisa berpisah secara dewasa, penuh penerimaan, dan tanpa perlu saling menyalahkan," ujar personel RAN tersebut.
Mimpi yang Menjadi Nyata bagi Mikha Tambayong
![Mikha Tambayong dan Rayi Putra bekolaborasi untuk lagu berjudul "Jalan Tengah". [MyMusic Records]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/06/51315-mikha-tambayong-dan-rayi-putra.jpg)
Bagi Mikha Tambayong, proyek ini bukan sekadar pekerjaan profesional, melainkan sebuah momen "puncak" yang sangat personal. Ada cerita mengharukan di balik kolaborasi ini yang bermula 18 tahun lalu.
Pada tahun 2008, Mikha yang baru berusia 13 tahun dan sedang berjuang di sebuah ajang pencarian bakat, bertemu dengan Rayi Putra yang hadir sebagai tamu spesial.
Saat itu, Mikha kecil hanya bisa memendam mimpi untuk bisa berduet dengan idolanya tersebut. Kini, mimpi itu terwujud dengan manis.
"Ini benar-benar full circle moment bagi saya. Bisa bekerja sama dengan sosok yang saya kagumi sejak remaja adalah impian yang jadi nyata," tutur Mikha.
Visualisasi Labirin: Sebuah Perpisahan yang Indah
Pesan mendalam lagu ini diterjemahkan secara apik melalui video musik arahan sutradara Moedhalie.
Dalam video tersebut, Mikha dan Rayi digambarkan sebagai pasangan yang harmonis namun hidup di "dunia" yang berbeda, Mikha dengan bukunya dan Rayi dengan kamera camcorder-nya.
Simbolisme paling kuat muncul saat keduanya dihadapkan pada sebuah labirin.
Meski mencoba mencari jalan untuk bertemu, mereka akhirnya menyadari bahwa arah langkah mereka memang berbeda.
Menariknya, video ini ditutup dengan adegan yang menyentuh: alih-alih menangis, keduanya saling melempar senyum dan melambaikan tangan sebelum melanjutkan perjalanan masing-masing.
Tim di Balik Layar
Kualitas audio "Jalan Tengah" pun tak main-main. Bianca Nelwan dipercaya sebagai vocal director untuk mengasah harmoni vokal Mikha dan Rayi.
Sementara proses mixing dan mastering ditangani oleh tangan dingin Reyner Ferdinand.
Lagu "Jalan Tengah" menjadi pengingat bagi siapa saja bahwa terkadang, bentuk kasih sayang terbesar adalah merelakan seseorang pergi saat titik temu tak lagi bisa ditemukan.
Single menyentuh ini sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube resmi Mikha Tambayong mulai 17 Juli 2026.