- Soundrenaline Sana Sini 2026 sukses mendatangkan 6.847 penonton di Phinisi Point Area Makassar pada tanggal 29 Agustus 2026.
- Festival musik ini menggunakan konsep mall takeover di ruang publik untuk mendekatkan musisi lintas generasi dengan masyarakat lokal.
- Berbagai musisi terkenal menampilkan kolaborasi spesial serta lagu baru yang menghibur ribuan audiens di Makassar.
Suara.com - Suasana berbeda terasa di kawasan Phinisi Point Area, Makassar, pada 29 Agustus 2026. Ribuan orang datang bukan hanya untuk menyaksikan musisi favorit mereka, tetapi juga menikmati pengalaman festival musik yang dibuat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sebanyak 6.847 audiens tercatat hadir dalam Soundrenaline Sana Sini 2026. Makassar menjadi kota kedua dalam rangkaian festival tersebut setelah sebelumnya menyapa kota lain.
Berbeda dari festival musik yang umumnya digelar di area khusus pertunjukan, Soundrenaline kali ini memilih konsep mall takeover dengan menjadikan ruang publik sebagai bagian dari pengalaman festival.
Konsep tersebut membuat musik, seni, dan aktivitas komunitas hadir berdampingan dengan aktivitas masyarakat. Pengunjung pun tidak hanya menjadi penonton, tetapi memiliki kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan berbagai komunitas dan pelaku industri kreatif.
Perwakilan Resonine, Putri Limbak Cahaya, mengatakan kehadiran Soundrenaline di Makassar merupakan bagian dari upaya membawa festival tersebut lebih dekat kepada penikmat musik di berbagai wilayah Indonesia.
“Selama ini Soundrenaline ingin terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penikmat musik di luar Jakarta. Karena itu, hadir di Makassar akhir Agustus kemarin menjadi bagian dari upaya kami dalam membawa semangat Soundrenaline lebih dekat dengan audiens di Indonesia Timur,” ujar Putri.
Menurutnya, kehadiran festival di Makassar juga membuka kesempatan bagi musisi lokal untuk bertemu dengan talenta dari daerah maupun generasi berbeda. Dengan begitu, festival tidak berhenti sebagai pertunjukan musik, melainkan menjadi ruang pertemuan yang dapat mendorong lahirnya kolaborasi baru.
Dari sisi musik, Soundrenaline Sana Sini Makassar menghadirkan penampil lintas generasi dan skena. Iwan Fals & Band, Ali, Danilla, Float, Kelompok Penerbang Roket, Moluccan Soul, Seringai, hingga The SIGIT ikut mengisi panggung. Podcast Kuping Gajah serta sejumlah talenta dan kolektif kreatif juga turut meramaikan acara.
Dua kolaborasi spesial menjadi bagian yang menarik perhatian, yakni Yoko City Ghost bersama The SIGIT serta OG Avamato dengan Float. Pertemuan musisi dari latar berbeda tersebut memperlihatkan bagaimana festival dapat menjadi titik temu berbagai karakter musik.
Iwan Fals yang tampil sebagai penutup hingga tengah malam juga merasakan langsung energi penonton Makassar. Ia bahkan membawakan “Phinisi Berlayar Membelah Laut Makassar”, lagu yang dibuat khusus untuk warga Makassar dan baru pertama kali dinyanyikannya.
“Makassar ini bukan kota yang asing lagi buat saya. Tapi setiap ke sini, penontonnya selalu luar biasa antusias,” kata Iwan Fals.
Ia juga membawakan “Penghibur Hati” bersama Danilla, sebuah kolaborasi yang untuk pertama kalinya mereka tampilkan.
Danilla sendiri menilai antusiasme masyarakat Makassar memberikan pengalaman tersendiri. “Makassar ini energinya diterima sangat-sangat positif, jadi aku happy banget bisa akhirnya balik lagi ke sini,” ujarnya.
Menurut Danilla, kekuatan festival bukan hanya terletak pada siapa saja yang tampil. Konsep yang dibangun juga menentukan pengalaman penonton.
“Uniknya dan pentingnya festival musik itu kalau punya konsep yang bagus, kita tuh kayak menawarkan sebuah plot lah ya kalau film,” ungkapnya.