- Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia masa bakti 2026 hingga 2030.
- Pengukuhan tersebut menuai kritik dari netizen karena penunjukan figur berlatar belakang militer untuk organisasi esports.
- Muhammad Herindra memiliki rekam jejak panjang di militer, pendidikan luar negeri, serta pernah menjabat Kepala BIN.
Suara.com - Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030.
Pengukuhan tersebut langsung membuat netizen heboh. Salah satu komentar netizen mempertanyakan keputusan menunjuk sosok berlatar belakang militer untuk memimpin organisasi yang banyak berkaitan dengan anak muda dan industri gim.
"Ketua Umum esport dipimpin orang tua (61 tahun) dari militer," tulis seorang pengguna media sosial.
"Tim-tim esport di Indonesia banyak juga kok yg dikenal di internasional dan tentunya sudah berpengalaman dan punya relasi juga. Yg mereka mainkan juga udah banyak, ga hanya sekedar game kodok Zuma, Tetris, snake, solitaire doang mah," sambug netizen lainnya.
![Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/15/70069-pengurus-besar-esports-indonesia.jpg)
Di sisi lain, sejumlah pengurus esports daerah justru menyatakan dukungan terhadap kepengurusan baru PB ESI.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat juga menyebut esports telah berkembang melampaui aktivitas permainan dan hiburan.
Menurut Taufik, esports kini berkaitan dengan olahraga prestasi, profesi, industri, dan masa depan generasi muda.
Rekam Jejak Muhammad Herindra
Karier Herindra banyak bersinggungan dengan bidang intelijen. Ia pernah menjabat sejumlah posisi di lingkungan Kopassus, termasuk sebagai perwira informasi publik pada 2000.
Setahun kemudian, Herindra dipercaya menjadi Komandan Batalyon Infanteri Kopassus 812, satuan pendukung Unit Khusus Penanggulangan Terorisme 81. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kariernya di pasukan khusus.
Herindra juga memperkuat kapasitas akademiknya di bidang intelijen dan hubungan internasional. Ia meraih gelar master dari University of Salford pada 1994.
Pada 2011, ia kembali menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Nasional Malaysia dengan gelar master di bidang ilmu sosial.
Selain pendidikan di luar negeri, Herindra juga mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 1999-2000 serta pendidikan di Sekolah Staf Angkatan Bersenjata Malaysia pada 2011.
Pernah Bertugas di Riau dan Kalimantan Selatan
Di luar lingkungan Kopassus, Herindra sempat menjalankan tugas sebagai asisten senior intelijen di Kodam I/Bukit Barisan.
Ia kemudian dipercaya menjadi Komandan Distrik Militer di Bengkalis, Riau. Dalam penugasan tersebut, Herindra terlibat dalam pemberantasan pembalakan liar dan tercatat mengembalikan 27 ton kayu ilegal pada 2005.
Pada 2007, Herindra kembali ke Akademi Militer sebagai Wakil Komandan Korps Taruna.
Setahun berselang, ia kembali ke lingkungan Kopassus sebagai Asisten Intelijen Komandan Kopassus Pramono Edhie Wibowo.
Kariernya kemudian berlanjut di Kodam Jaya. Pada 2009, Herindra dipercaya menempati posisi Asisten Intelijen di lingkungan komando tersebut.
Pada 2010, ia dipindahkan ke Pusat Intelijen Angkatan Darat dan menjabat sebagai Direktur Penelitian dan Pengembangan.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Malaysia pada 2011, Herindra kemudian menjadi koordinator staf pribadi Pramono Edhie Wibowo yang saat itu menjabat KSAD.
Memimpin Korem hingga Kopassus
Pada Juni 2012, Herindra kembali menjalankan tugas teritorial dengan menjabat Komandan Korem 101/Antasari yang mencakup wilayah Kalimantan Selatan.
Selama bertugas di Kalimantan Selatan, ia aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan mengunjungi sejumlah kabupaten untuk memperkuat hubungan antara jajaran TNI dan pemerintah setempat.
Setahun kemudian, tepatnya pada Juni 2013, Herindra dipercaya menjadi Wakil Komandan Jenderal Kopassus.
Ia dilantik pada Juli 2013 dan kembali berada di jajaran pimpinan salah satu satuan elite TNI AD tersebut.
Perjalanan panjang di bidang komando, intelijen, dan teritorial kemudian membawa Herindra ke jenjang pimpinan yang lebih tinggi di tubuh TNI.
Masuk Lingkaran Pemerintahan
Herindra kemudian dipercaya menjadi Wakil Menteri Pertahanan pada 23 Desember 2020. Saat itu, ia mendampingi Prabowo Subianto yang menjabat Menteri Pertahanan di pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Jabatan tersebut diembannya hingga 20 Oktober 2024.
Sehari setelah masa tugasnya sebagai wakil menteri berakhir, Herindra resmi mulai menjabat Kepala BIN pada 21 Oktober 2024.
Posisi tersebut menempatkannya sebagai pimpinan lembaga yang memiliki tugas strategis dalam bidang intelijen negara.
Pada 10 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto memberikan pangkat Jenderal TNI Kehormatan kepada Herindra.