Suara.com - Film horor komedi Warga Rusun 609 tidak hanya menawarkan cerita tentang arwah penghuni rusun, tetapi juga menghadirkan komedi melalui interaksi para penghuninya.
Salah satu pemerannya, Aming, melihat film produksi Rapi Film, Sky Media, Legacy Pictures, dan Vortera Studios ini sebagai tontonan yang memang dibuat untuk menghibur penonton.
Aming memerankan Pak Anjay, salah satu warga rusun yang menghadapi persoalan bersama penghuni lain setelah tempat tinggal mereka terancam dibongkar dan dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan.
"Film ini memang dibuat untuk bersenang-senang, bergembira bersama-sama. Jadi memang enggak usah banyak mikir," ujar Aming saat ditemui dalam media visit Warga Rusun 609 di Kantor Redaksi Suara.com, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut Aming, suasana selama proses produksi juga mendukung konsep hiburan yang ingin dibawa film arahan Herwin Novianto itu. Ia merasa proses syuting berjalan santai karena para pemain saling mendukung dan memiliki chemistry yang baik.
"Shooting-nya itu kayak liburan rasa kerja. Tiba-tiba sudah selesai saja. Waktu shooting kita pikirnya seru-seru saja, biasa, tapi pas lihat filmnya ternyata seru banget," kata Aming.
Ia juga menyebut banyak pemain dalam film ini memiliki karakter komedi yang kuat sehingga kelucuan dapat muncul secara natural melalui interaksi antarpemain.
"Semua lucu sih. Banyak silent killer. Dustin itu misalnya, dia enggak ngapa-ngapain saja sudah lucu," ujar Aming.
Menurut Aming, energi positif selama proses produksi ikut terasa ketika film dipertontonkan kepada penonton. Ia mengaku melihat respons yang ramai saat mengikuti pemutaran dan kunjungan ke bioskop.
"Pas cinema visit itu responsnya happy, ketawa terus. Jadi kayak pelepasan dari anxiety juga," katanya.

Selain Aming, Ranty Maria menjadi salah satu pemeran penting melalui karakter Bunga. Ranty menggambarkan Bunga sebagai perempuan independen yang sudah lama hidup sendiri di rusun.
"Bunga ini cewek yang independen, yang hidup sendiri. Sudah lama hidup di rusun sendirian. Jadi enggak punya siapa-siapa, basically. Dia introvert juga dan dia hidup untuk survive saja," jelas Ranty.
Kehidupan Bunga kemudian berubah setelah bertemu Arka yang diperankan Morgan Oey. Namun, perjalanan Bunga justru berlanjut setelah ia meninggal dan menjadi arwah.
Bagi Ranty, salah satu tantangan terbesar justru datang dari proses transformasi Bunga menjadi hantu. Ia harus menjalani persiapan makeup yang cukup lama, termasuk proses membersihkannya setelah selesai syuting.
"Cuma mungkin kalau buat aku proses menjadi hantunya, teknisnya saja sih. Karena butuh waktu yang lumayan prepare-nya pas bikinnya, pas ngapusnya itu lebih parah lagi," tutur Ranty.